Sao Paulo, pimpinan klasemen sementara Futebol Brasileiro, hampir saja mengalami pil pahit saat bertandang ke Stadion Mineirao, markasnya Cruzeiro, Minggu, 20 Agustus 2006. Hanya dalam waktu delapan menit, tuan rumah unggul 1-0 ketika tendangan gelandang Francismar menyentuh kaki defender Sao Paulo, Alex Silva dan tak mampu dijangkau kiper Rogerio Ceni. Sao Paulo kembali tertinggal di menit ke-35. Meskipun Ceni mampu memblok tendangan Michel, namun bola rebound lebih cepat diserobot gelandang Cruzeiro itu. Cruzeiro unggul 2-0.
Tampaknya, Sao Paulo bakal menelan kekalahan ketika beberapa menit kemudian, tuan rumah mendapat hadiah tendangan penalti. Tendangan Wagner yang bertindak sebagai algojo secara gemilang berhasil dipatahkan Ceni. Itulah titik balik penampilan Ceni dan timnya. Dua menit menjelang istirahat, Sao Paulo mendapat hadiah tendangan bebas di luar kotak penalti. Ceni, kapten tim dan kerap dipercaya sebagai algojo bola-bola mati, mampu dengan mulus menjebol gawang Cruzeiro yang dijaga Fabio.
Di babak kedua, Sao Paulo mampu menyamakan kedudukan, lagi-lagi lewat Ceni. Wasit Leonardo da Silva menunjuk titik penalti ketika defender Cruzeiro, Luizao mentackle striker Sao Paulo Aloiso di kotak 16 meter. Ceni kembali menjadi algojo dan berhasil menjebol gawang Fabio untuk kedua kalinya. Kedudukan 2-0 bertahan sampai akhir pertandingan. Dengan kemenangan ini, Sao Paulo tetap unggul tiga angka dari saingan terdekatnya Parana Clube dan Santos FC.
Tambahan dua gol tersebut membuat jumlah perolehan gol Ceni menjadi 64 gol, dua gol lebih banyak dari yang dicapai kiper legendaris Paraguay, Jose Luiz Chilavert. “Sangat menyenangkan dapat membuat rekor. Tapi, yang paling utama bagi saya adalah memenangkan gelar liga. Itulah yang membuat saya merasa puas membela Sao Paulo,” kata Ceni kepada para wartawan seusai pertandingan, sepeti yang dikutip Reuters. Kiper kelahiran Pato Branco, Parana yang berusia 33 tahun itu telah membela Sao Paulo sejak 7 September 1990.
Yang lebih mengesankan, dari 64 gol yang dibuat Ceni, kiper ketiga Timnas Brasil di PD 2006, 41 gol di antaranya dihasilkan dari tendangan bebas. Jumlah itu merupakan yang terbanyak di antara kiper-kiper yang tercatat juga subur dalam menjebol gawang lawan, seperti Chilavert, Rene Higuita dan Jorge Campos. Ketiga kiper tersebut lebih banyak menghasilkan gol dari titik penalti.
Berikut daftar kiper tersubur menurut IFFHS, lembaga statistik sepakbola di Jerman.
1. Rogerio Ceni, Sao Paulo (Brasil), 64 gol (23 penalti)
2. Jose Luis Felix Chilavert, Penarol (Paraguay), 62 gol (45 penalti)
3. Rene Higuita, Bajo Cauca FC Caucasia (Kolumbia), 41 gol (37 penalti)
4. Jorge Campos, Puebla FC (Meksiko), 40 gol (9 penalti)
5. Hans-Jorg Butt, Bayer Leverkusen (Jerman), 27 gol (27 penalti)
6. Dimitar Ivankov, Levski Sofia (Bulgaria), 25 gol (25 penalti)
7. Marco Antonio Cornez, Deportes Iquique (Chili), 24 gol (24 penalti)
Tampaknya, Sao Paulo bakal menelan kekalahan ketika beberapa menit kemudian, tuan rumah mendapat hadiah tendangan penalti. Tendangan Wagner yang bertindak sebagai algojo secara gemilang berhasil dipatahkan Ceni. Itulah titik balik penampilan Ceni dan timnya. Dua menit menjelang istirahat, Sao Paulo mendapat hadiah tendangan bebas di luar kotak penalti. Ceni, kapten tim dan kerap dipercaya sebagai algojo bola-bola mati, mampu dengan mulus menjebol gawang Cruzeiro yang dijaga Fabio.
Di babak kedua, Sao Paulo mampu menyamakan kedudukan, lagi-lagi lewat Ceni. Wasit Leonardo da Silva menunjuk titik penalti ketika defender Cruzeiro, Luizao mentackle striker Sao Paulo Aloiso di kotak 16 meter. Ceni kembali menjadi algojo dan berhasil menjebol gawang Fabio untuk kedua kalinya. Kedudukan 2-0 bertahan sampai akhir pertandingan. Dengan kemenangan ini, Sao Paulo tetap unggul tiga angka dari saingan terdekatnya Parana Clube dan Santos FC.
Tambahan dua gol tersebut membuat jumlah perolehan gol Ceni menjadi 64 gol, dua gol lebih banyak dari yang dicapai kiper legendaris Paraguay, Jose Luiz Chilavert. “Sangat menyenangkan dapat membuat rekor. Tapi, yang paling utama bagi saya adalah memenangkan gelar liga. Itulah yang membuat saya merasa puas membela Sao Paulo,” kata Ceni kepada para wartawan seusai pertandingan, sepeti yang dikutip Reuters. Kiper kelahiran Pato Branco, Parana yang berusia 33 tahun itu telah membela Sao Paulo sejak 7 September 1990.
Yang lebih mengesankan, dari 64 gol yang dibuat Ceni, kiper ketiga Timnas Brasil di PD 2006, 41 gol di antaranya dihasilkan dari tendangan bebas. Jumlah itu merupakan yang terbanyak di antara kiper-kiper yang tercatat juga subur dalam menjebol gawang lawan, seperti Chilavert, Rene Higuita dan Jorge Campos. Ketiga kiper tersebut lebih banyak menghasilkan gol dari titik penalti.
Berikut daftar kiper tersubur menurut IFFHS, lembaga statistik sepakbola di Jerman.
1. Rogerio Ceni, Sao Paulo (Brasil), 64 gol (23 penalti)
2. Jose Luis Felix Chilavert, Penarol (Paraguay), 62 gol (45 penalti)
3. Rene Higuita, Bajo Cauca FC Caucasia (Kolumbia), 41 gol (37 penalti)
4. Jorge Campos, Puebla FC (Meksiko), 40 gol (9 penalti)
5. Hans-Jorg Butt, Bayer Leverkusen (Jerman), 27 gol (27 penalti)
6. Dimitar Ivankov, Levski Sofia (Bulgaria), 25 gol (25 penalti)
7. Marco Antonio Cornez, Deportes Iquique (Chili), 24 gol (24 penalti)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/240065/original/img_ceni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539854/original/082732300_1774647037-granit-xhaka-serge-gnabry-swiss-jerman-duel-persahabatan-internasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256567/original/079090900_1781161764-000_B6NZ2CC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450011/original/019812700_1782346256-000_B88L4BD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259234/original/092963300_1781492552-deniz_undav_selebrasi_jerman_curacao_ap_eric_gay.jpg)