Liputan6.com, Jakarta - Kilau perhiasan dan emas batangan yang terpajang di etalase kaca menyambut setiap langkah pengunjung di kawasan Gedung Permata Cikini, Jakarta Pusat. Di tengah riuh lalu lalang pembeli yang menawar harga dan denting halus benturan logam mulia, Cikini tak pernah kehilangan pesonanya sebagai jantung perdagangan emas ibu kota.
Di balik etalase kepingan berharga itu, riak kehidupan pasar sebenarnya punya ritme tersendiri. Siang itu, jarum jam baru menunjuk angka sebelas. Suasana koridor masih terbilang lengang, hanya sesekali terdengar langkah kaki pengunjung yang memecah hening.
Di deretan toko bagian depan, para penjaga tak ada yang menganggur. Hampir di setiap etalase berdiri setidaknya satu pembeli yang sibuk menawar atau sekadar mengamati kilau perhiasan. Pemandangan sedikit berbeda terlihat di lorong bagian belakang, beberapa pedagang tampak duduk santai memainkan ponsel pintar mereka menunggu pembeli datang.
Advertisement
Namun, di pasar emas Cikini, rezeki punya alurnya sendiri. Tak sedikit pengunjung yang memilih berjalan perlahan, mengitari koridor demi koridor tanpa langsung terpaku pada satu toko. Alhasil, toko-toko di sudut belakang yang tadinya sepi pun perlahan mulai disinggahi, membagikan porsi rezeki yang adil bagi para pedagang.
Di sinilah, di antara deretan toko yang tak pernah sepi, cerita tentang emas bukan sekadar soal kilau dan gaya hidup, melainkan tentang ikhtiar mengamankan nilai harta di tengah ketidakpastian ekonomi.
Â
Â
Dari Menyisihkan Menjadi Penghasilan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
Berawal dari niat sederhana menyisihkan sebagian penghasilan lewat tabungan emas, Jenny—seorang pekerja kantoran di kawasan ibu kota—tak pernah menyangka nilai investasinya melesat tajam. Dari modal awal sekitar Rp 40 juta, angkanya kini membengkak hingga menyentuh ratusan juta rupiah.
"Saya rutin masukin ke tabungan emas. Dari awalnya cuma sekitar Rp 40 jutaan, sekarang jumlahnya sudah menyentuh angka Rp 100 juta. Naik sekitar 120%," tutur Jenny saat berbincang di kawasan Gedung Permata Cikini, Rabu (21/10/2026).
Keuntungan manis itu memantik jiwa wirausaha Jenny. Berawal dari keinginan berbagi pengalaman investasi ke teman-temannya, ia melangkah lebih jauh dengan membuka usaha sampingan jual-beli logam mulia dengan harga yang bersaing ketat dengan gerai resmi Antam.
"Ini jadi hobi, tapi juga berangkat dari pengalaman pribadi. Manfaat investasi emas ini benar-benar nyata saya rasakan,jadi niatnya sekaligus berbagi ke orang terdekat," ujarnya.
Kini, bisnis sampingannya kian moncer. Dalam sehari, Jenny mampu melego puluhan keping emas. Bahkan, pembelinya merambah hingga luar Jakarta.
"Pernah sehari laku 10 keping, bahkan kemarin tembus 20 keping. Tadi pagi ada dua pembeli baru dari Tangerang.Mereka mau beli karena tahu patokan harga saya benar-benar sama persis seperti di gerai Antam," jelas Jenny.
Advertisement
Wajib Tahu Dinamika Pasar Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192693/original/032314600_1595929325-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-8.jpg)
Manisnya bisnis Jenny berjalan beriringan dengan rekor harga emas nasional. Pada 29 Januari 2026, harga emas batangan Antam sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah sebesar Rp 3.168.000 per gram. Lonjakan ini memicu fenomena fear of missing out (FOMO) di masyarakat, rasa takut kehilangan momen sebelum harga melambung makin tak terjangkau.
Jenny memanfaatkan dinamika pasar ini dengan cerdik. Ia pernah meraup cuan berlipat saat melepas tiga keping emas ukuran 10 gram yang ia beli pada Februari seharga Rp 26 juta per keping. Saat harga melonjak pada kisaran April-Mei,kepingan itu laku dijual Rp 32 juta per keping.
"Dari tiga keping itu saja, keuntungan bersih saya bisa mencapai Rp 12 jutaan," kenangnya. Keuntungan itu tak ia hamburkan, melainkan diputar kembali untuk membeli emas bergramasi lebih kecil agar lebih likuid saat dijual kembali.
Selain memanfaatkan momentum kenaikan harga, Jenny memetik margin harian sekitar Rp 200.000 hingga Rp 250.000 per keping. Ia juga lihai membaca pola pergerakan harga mingguan.
"Biasanya kalau ada situasi demo besar atau di akhir pekan, harganya suka melandai. Nanti hari Senin naik lagi. Saya biasanya beli barang Sabtu atau Minggu, uangnya ditransfer dulu, baru hari Senin barangnya dikirim," bebernya.
Â
Keluh Kesah Penjual
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192692/original/073777800_1595929324-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-7.jpg)
Namun, wajah pasar emas tak selalu memberikan senyum yang sama bagi semua orang. Tak jauh dari tempat Jenny berbincang, Kurniawan—seorang pedagang emas veteran di Gedung Permata Cikini—merasakan sisi lain dari melambungnya harga logam mulia ini. Menurutnya, lonjakan harga telah mengubah daya beli konsumen secara signifikan.
"Dengan anggaran yang sama, kalau dulu bisa beli 5 gram, sekarang konsumen cuma bisa bawa pulang 2,5 gram," ungkap Kurniawan.
Menyusutnya gramatur yang dibeli otomatis menggerus volume transaksi dan omzet para pedagang toko. Kendati demikian, Kurniawan mencatat deretan tokonya masih kerap disinggahi berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang tua.
Mayoritas mencari perhiasan yang tak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga berfungsi sebagai tabungan darurat.
"Patokan orang beli perhiasan biasanya melihat modelnya, cocok atau tidak," imbuh Kurniawan yang mengaku tantangan terberatnya saat ini adalah menjaga loyalitas pelanggan lama di tengah harga yang terus meroket.
Fenomena di Cikini menggambarkan gambaran besar industri logam mulia nasional. Sepanjang semester I-2026, realisasi volume penjualan emas Antam mencapai 18,08 ton dengan nilai transaksi melonjak menjadi Rp 50,39 triliun. Emas batangan masih mendominasi dengan menyumbang 80% dari total penjualan.
Di antara lorong-lorong toko emas Permata Cikini, dinamika itu terasa nyata: tempat di mana perhiasan cantik melingkar di jemari, sementara kepingan emas batangan rapat tersimpan sebagai benteng finansial masa depan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366712/original/012753800_1759284886-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__79_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192689/original/010053900_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156439/original/081310900_1663062668-Emas3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)