Pupuk Indonesia Integrasikan 10.070 Koperasi Merah Putih ke Jaringan Resmi

Pupuk Indonesia dukung penyaluran pupuk subsidi lewat Koperasi Desa Merah Putih. Petani e-RDKK cukup tunjukkan KTP dengan harga sesuai HET.

Liputan6.com, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung penyaluran pupuk subsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperluas akses petani terhadap pupuk bersubsidi.

Pemerintah mulai meninjau 10.070 KDKMP di sembilan provinsi sejak 15 Oktober 2026 untuk mempercepat operasionalisasi koperasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan KDKMP akan menjadi tempat penyaluran berbagai barang bersubsidi, termasuk pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).

“Jadi ini (KDKMP) milik desa, dikelola oleh Kepala Desa dan Ketua Koperasi, dibantu Manager untuk melayani barang-barang yang subsidi. Bantuan subsidi nanti Alsintan di sini, pupuk di sini, semua subsidi ada di sini,” ujar Zulkifli dikutip Senin (19/10/2026).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan perusahaan mendukung penyaluran pupuk subsidi melalui KDKMP dengan menyiapkan pasokan, sistem penebusan, pemantauan distribusi, dan pendampingan kepada pengelola koperasi.

“Pupuk Indonesia mendukung penuh penyaluran pupuk subsidi melalui KDKMP yang mendekatkan akses pupuk bagi petani. Kami berkomitmen untuk menjaga kelancaran penyalurannya guna mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional,” ujar Rahmad.

 

Dipantau Real Time

Pupuk Indonesia mengintegrasikan KDKMP ke dalam jaringan distribusi pupuk subsidi sesuai Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Perusahaan juga memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada pengelola koperasi dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah.

Petani yang terdaftar dalam e-RDKK dapat menebus pupuk subsidi melalui KDKMP yang siap melayani dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Sistem i-Pubers mencatat transaksi penebusan, sedangkan harga pupuk tetap mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Pupuk Indonesia juga memantau distribusi pupuk subsidi secara real time melalui Command Center, mulai dari pabrik hingga KDKMP. Pemantauan tersebut mendukung penerapan prinsip tujuh tepat, yakni tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan penerima.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6