Sukses

Top 3: Negara Ini Jadi Magnet Utama bagi Jutawan di Seluruh Dunia Sita Perhatian

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Sabtu, 22 Juni 2024.

Liputan6.com, Jakarta - Uni Emirat Arab (UEA) kembali dinobatkan sebagai magnet kekayaan terdepan di dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Menurut penelitian terbaru dari Henley Private Wealth Migration Report, negara kecil di Teluk ini diperkirakan melihat arus masuk bersih yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu sebanyak 6.700 jutawan dari seluruh dunia pada akhir 2024. Amerika Serikat berada di urutan kedua dengan perkiraan arus masuk 3.800 jutawan pada akhir tahun hanya sekitar setengah dari jumlah yang diharapkan UEA.

Laporan tersebut juga mencatat rekor baru dengan 128.000 jutawan atau individu dengan kekayaan bersih tinggi yang memiliki aset investasi likuid sebesar USD 1 juta atau lebih, diperkirakan pindah tempat tinggal pada 2024. Jumlah ini melampaui rekor sebelumnya yaitu 120.000 jutawan pada tahun lalu, menjadikan 2024 sebagai "momen penting dalam migrasi kekayaan global."

Artikel Negara Ini Jadi Magnet Utama bagi Jutawan di Seluruh Dunia, Mengapa? Menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com? Berikut tiga artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Sabtu, (22/6/2024):

1.Negara Ini Jadi Magnet Utama bagi Jutawan di Seluruh Dunia, Mengapa?

Uni Emirat Arab (UEA) kembali dinobatkan sebagai magnet kekayaan terdepan di dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Menurut penelitian terbaru dari Henley Private Wealth Migration Report, negara kecil di Teluk ini diperkirakan melihat arus masuk bersih yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu sebanyak 6.700 jutawan dari seluruh dunia pada akhir 2024. Amerika Serikat berada di urutan kedua dengan perkiraan arus masuk 3.800 jutawan pada akhir tahun hanya sekitar setengah dari jumlah yang diharapkan UEA.

Laporan tersebut juga mencatat rekor baru dengan 128.000 jutawan atau individu dengan kekayaan bersih tinggi yang memiliki aset investasi likuid sebesar USD 1 juta atau lebih, diperkirakan pindah tempat tinggal pada 2024. Jumlah ini melampaui rekor sebelumnya yaitu 120.000 jutawan pada tahun lalu, menjadikan 2024 sebagai "momen penting dalam migrasi kekayaan global."

Berita selengkapnya baca di sini

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

2.Rupiah Anjlok, Pedagang Khawatir Kenaikan Harga Tepung Terigu hingga Gula

Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turut disesalkan oleh sejumlah pedagang pasar. Sebab, itu turut berdampak terhadap ongkos pengeluaran dan harga sejumlah komoditas pangan yang didatangkan dari impor.

Dewan Pembina Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengatakan, anjloknya rupiah berpengaruh terhadap harga pasar untuk beberapa bahan makanan, yakni tepung terigu hingga gula putih kristal. 

"Yang jelas barang dari impor, misal produk mesin dengan bahan baku, antara lain terigu, gula putih, dan juga bawang putih," ujar Ngadiran kepada Liputan6.com, Jumat, 21 Juni 2024.

Menurut dia, kenaikan harga barang-barang bahan makanan tersebut di pasaran memang belum terlalu tinggi. Sebab, pedagang pasar masih meredam harganya lantaran takut ditinggal konsumen yang banyak berpindah ke toko online. 

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 3 halaman

3.RPP Manajemen ASN Atur 10 Hal, Kode Etik PNS sampai Honorer

Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai aturan turunan dari Undang-Undang No 20/2023 tentang ASN (UU ASN) akan diuji ke publik. Sebelum itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melakukan diskusi dengan para pakar untuk menghimpun masukan, pengayaan materi dan perspektif substansi RPP Manajemen ASN.

Plt Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Abdul Hakim mengungkapkan, terdapat 10 pokok-pokok pengaturan dalam RPP Manajemen ASN.

Pokok-pokok pengaturan tersebut antara lain; Penguatan Azas, Nilai, Kode Etik, dan Perilaku; Jenis dan Kedudukan ASN; Penguatan Budaya Kerja dan Citra Institusi; Resiprokal Jabatan ASN, TNI, dan Polri; Pengembangan Karier dan Talenta; Perencanaan Kebutuhan dan Pengadaan; Jabatan ASN; Digitalisasi Manajemen ASN; Pengelolaan Kinerja; serta Sistem Penghargaan dan Pengakuan.

Berita selengkapnya baca di sini

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.