Sukses

Harga Emas Dunia Anjlok, Ini Penyebabnya

Imbal hasil surat utang AS berjangka waktu 10 tahun naik setelah mengalami tekanan yang tajam pada minggu lalu. Kenaikan imbal hasil ini membuat harga emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor.

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas tergelincir pada Perdagangan Senin yang terpukul oleh kenaikanimbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS). Investor tengah menunggu sinyal yang lebih banyak dari para pejabat Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mengenai kenaikan suku bunga.

Mengutip CNBC, Selasa (18/6/2024), harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi USD 2.315,14 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,8% menjadi USD 2.330,10 per ounce.

“Pelemahan harga emas ini benar-benar karena kurangnya berita fundamental baru, sehingga pasar emas mencari arah dari pasar luar,” kata analis pasar senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

“Harga emas mungkin akan bergerak sideways antara USD 2.300 dan USD 2.400 hingga katalis fundamental utama berikutnya terjadi, yang mungkin baru akan terjadi pada bulan Juli.” tambah Jim.

Imbal hasil surat utang AS berjangka waktu 10 tahun naik setelah mengalami tekanan yang tajam pada minggu lalu. Kenaikan imbal hasil ini membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor.

Saat ini, pelaku pasar dan investor mencermati komentar terbaru dari Presiden The Fed New York John Williams, Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker dan Gubernur The Fed Lisa Cook.

Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari pada hari Minggu kemarin sudah mengatakan bahwa ini adalah prediksi yang masuk akal bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga sekali tahun ini. Pemangkasan suku bunga ini menunggu hingga bulan Desember untuk melakukannya.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Data AS dan Harga Logam Lain

Sejumlah data ekonomi akan dirilis pada pekan ini. Data penjualan ritel AS pada hari Selasa, klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis, dan indeks manajer pembelian awal pada hari Jumat. Data ini dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai konsumsi dan kekuatan ekonomi.

“Inflasi yang lebih lemah dari perkiraan berturut-turut, bersama dengan rincian pertemuan FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) yang kurang hawkish, telah menyebabkan minat terhadap emas meningkat,” kata analis komoditas senior TD Securities Ryan McKay dalam sebuah catatan.

“Namun demikian, masih banyak ketidakpastian mengenai waktu pemotongan yang diperkirakan, dan kejutan beta terhadap data posisi makro akan tetap tinggi dalam waktu dekat.”

Untuk harga perak di pasar spot tergelincir 0,9% menjadi USD 29,26 per ounce. Harga platinum naik 0,9% menjadi USD 966,05 dan paladium turun 0,1% menjadi USD 886,91.

3 dari 5 halaman

Harga Emas Bakal Naik atau Turun Minggu Ini? Simak Analisanya

Sebelumnya, harga emas fokus pada data inflasi dan kebijakan suku bunga Fed setelah minggu yang didominasi oleh berita dari China dan laporan ketenagakerjaan.

Dikutip dari Kitco.com, Senin (17/6/2024), setelah memulai perdagangan minggu ini pada USD 2.293,70 per ounce pada sesi Asia Minggu malam, harga emas spot berhasil menembus level USD 2.300 sekitar dua jam sebelum pembukaan pasar Amerika Utara, dan level tersebut bertahan sepanjang minggu yang penuh fluktuasi.

Harga emas bergerak fluktuatif dalam kisaran USD 15 yang relatif sempit karena pelaku pasar menunggu hari Rabu, yang akan diawali dengan laporan inflasi konsumen di pagi hari, kemudian pengumuman suku bunga FOMC, proyeksi ekonomi terbaru, dan konferensi pers Ketua Powell di sore hari.

Laporan CPI akhirnya mengguncang pasar keluar dari perdagangan sideways, mendorong emas spot dari USD 2.313 per ounce tepat sebelum rilis data ke level tertinggi mingguan USD 2.336,72 segera setelahnya.

Pada saat Federal Reserve mengumumkan bahwa mereka mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pukul 2:00 sore, harga telah turun kembali menjadi USD 2.326 per ounce, dan emas spot terus terjual secara bertahap karena pasar mencerna retorika hawkish Powell dan proyeksi terbaru FOMC yang hanya akan menurunkan suku bunga satu kali sepanjang tahun 2024.

Pada hari Kamis, emas spot sekali lagi turun kembali ke support, tetapi mengalami kenaikan yang kuat tepat di bawah level USD 2.300 dan pada Jumat pagi, logam kuning tersebut kembali naik menjelang akhir pekan.

4 dari 5 halaman

Optimisme Para Ahli terhadap Harga Emas

Survei Emas Mingguan Kitco News terbaru menunjukkan sebagian besar pakar industri dan pedagang ritel melihat peluang emas untuk naik minggu depan karena mereka keluar dari hibernasi bearish dan kembali ke area bullish.

"Emas keluar dari penurunan tiga minggu, didorong oleh ketidakpastian politik di Eropa, dan penurunan tajam suku bunga," kata Marc Chandler, Managing Director di Bannockburn Global Forex.

"Emas pulih sekitar setengah dari apa yang hilang setelah data pekerjaan AS pada 7 Juni dan laporan bahwa PBOC tidak membeli emas untuk cadangan bulan lalu."

Chandler mencatat bahwa emas spot diperdagangkan sekitar USD 2.841 di pertengahan minggu lalu sebelum berkonsolidasi.

"Emas relatif tertahan, mungkin ditarik oleh sinyal yang saling bertentangan—dolar yang lebih kuat di satu sisi, dan suku bunga yang lebih rendah di sisi lain. Resistance tren dimulai minggu baru ini mendekati USD 2.362. Dalam pandangan jangka menengah, saya menduga emas lebih dekat ke bottom daripada top dan suku bunga yang lebih rendah diharapkan dapat menopang logam kuning tersebut," tambahnya.

5 dari 5 halaman

Prediksi dari Pakar Pasar

Para ahli seperti James Stanley, Adrian Day, Colin Cieszynski, Sean Lusk, dan Darin Newsom memberikan prediksi mereka tentang pergerakan harga emas ke depan.

Secara keseluruhan, mereka melihat peluang emas batangan untuk naik meskipun ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini