Sukses

5 Tips Aman Listrik saat Saat Libur Panjang Idul Adha 1445 H

Idul Adha kali ini dibarengi dengan libur panjang. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar rumah tetap aman selama perayaan ini. Berikut adalah beberapa dari tips PLN agar listrik rumah tetap aman saat ditinggal liburan panjang.

Liputan6.com, Jakarta Idul Adha, salah satu momen penting bagi umat Muslim, seringkali diisi dengan berbagai aktivitas, termasuk meninggalkan rumah untuk berkumpul dengan keluarga dan beribadah.

Ditambah lagi, Idul Adha kali ini dibarengi dengan libur panjang. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar rumah tetap aman selama perayaan ini. Berikut adalah beberapa dari tips PLN yang dapat membantu Anda:

1. Cabut Perangkat Elektronik yang Tidak Digunakan

Pastikan semua perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan peralatan dapur dicabut dari stop kontak. Ini dapat menghindari risiko korsleting listrik yang bisa menyebabkan kebakaran.

2. Nyalakan Lampu Penerangan Seperlunya

Jaga penerangan di beberapa bagian rumah seperti teras, bagian tengah, dan sisi belakang agar tetap terpantau situasinya, terutama bagi yang memasang CCTV.

3. Periksa Kondisi Instalasi Listrik di Rumah

Pastikan tidak ada kabel yang rusak atau terkelupas yang dapat menimbulkan risiko korsleting.

4. Gunakan Perangkat Smart Home

Di saat kelupaan dan sudah dalam perjalanan, penggunaan perangkat ini dapat membantu untuk mengendalikan ataupun mematikan perangkat elektronik yang terhubung ke jaringan internet melalui aplikasi di ponsel pintar.

5. Isi Token atau Bayar Tagihan Listrik Melalui PLN Mobile

Bagi pelanggan pra-bayar, isi token listrik terlebih dahulu sebelum bepergian. Begitu juga bagi pelanggan pasca-bayar, bayar dulu tagihan listrik sebelum meninggalkan rumah. Hal ini untuk menghindari listrik padam.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Tetap Berhati-hati

”Untuk masyarakat yang merayakan Idul Adha dan meninggalkan rumah untuk tetap berhati-hati, waspada dan lakukan cek kembali alat elektronik di rumah. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tetap tenang dan nyaman saat di luar rumah,” ujar Lasiran, General Manager PLN UID Jakarta Raya.

Masyarakat juga sebaiknya memberitahukan kepada tetangga atau petugas keamanan setempat jika akan meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, sehingga mereka dapat membantu memantau kondisi rumah. Keamanan rumah dan penggunaan listrik yang bijak selama libur Idul Adha adalah hal yang sangat penting.

“Lewat PLN Mobile, masyarakat dapat mengakses berbagai macam layanan terkait kelistrikan, untuk pembayaran maupun pembelian token listrik pun ada di aplikasi PLN Mobile. Apabila terjadi gangguan, pelanggan juga dapat melaporkan dan memantau penyelesaian gangguan melalui aplikasi,” jelas Lasiran.

 

3 dari 4 halaman

Beban Puncak Listrik di Idul Adha Diperkirakan Capai 38.270 Megawatt

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan sistem kelistrikan aman menghadapi perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah. PLN telah meningkatkan keandalan sistem dengan melakukan asesmen dan pemeliharaan secara menyeluruh pada instalasi pembangkitan, transmisi dan distribusi serta menetapkan masa siaga selama 3 hari, yaitu pada tanggal 16-18 Juni 2024.

"Dalam menghadapi momen Idul Adha 2024, PLN akan bersiaga penuh sampai tanggal 18 Juni untuk memastikan kemanan pasokan listrik. Upaya ini kami lakukan agar perayaan Idul Adha di Indonesia dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh kebahagiaan,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6/2024).

PLN memproyeksikan Beban Puncak (BP) Idul Adha di tanggal 17 Juni 2024 sebesar 38.270 Megawatt (MW) dengan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 51.931 MW.

Keandalan daya tersebut didukung kecukupan pasokan energi primer untuk pembangkit. Tercatat stok rata-rata batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) adalah 20,67 Hari Operasi (HOP), Sumatra dan Kalimantan (Sumkal) sebesar 20,05 HOP, dan Sulawesi Maluku Papua dan Nusa Tenggara (Sulmapana) sebesar 34,8 HOP.

Pasokan

Kecukupan pasokan juga terlihat untuk energi primer jenis BBM dengan rata-rata pasokan antara 17,1 – 16,14 HOP. Sedangkan untuk pasokan gas juga dalan kondisi aman menyesuaikan kebutuhan operasi sistem setiap regional.

"Selain memastikan keandalan sistem kelistrikan, PLN juga terus melakukan koordinasi dengan pihak pengamanan TNI dan Polri untuk mengamankan objek vital nasional (Obvitnas) yang telah ditetapkan Pemerintah," tegas Darmawan.

 

4 dari 4 halaman

Terjunkan Ribuan Personel

Selama masa siaga, PLN akan menerjunkan sebanyak 81.591 personel untuk bersiaga di 2.765 posko se-Indonesia. Dengan rincian 15.594 personel pembangkit, 19.450 personel transmisi, 46.375 personel distribusi dan 172 personel head-quarter.

Darmawan memaparkan para personil siaga tersebut akan didukung dengan 3.756 mobil dan 3.318 motor operasional. Selain itu, mereka juga dilengkapi material dan peralatan pendukung keandalan lain yaitu 1.731 Genset, 735 Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.206 Unit Gardu Bergerak (UGB), 188 Unit Kabel Bergerak (UKB), 395 Crane, Trafo Mobil 19 Unit, 33 Emergency Restoration System (ERS) standby.

“Semuanya dalam kondisi siaga untuk mengamankan lancarnya suplai listrik dan siaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kelistrikan,” imbuh Darmawan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.