Sukses

SKK Migas Dorong Saipem Indonesia dan Baker Hughes Temukan Harta Karun Migas Raksasa di Indonesia

Investasi hulu migas yang masif dan agresif, harus diimbangi dengan kesiapan dari pabrikan untuk memenuhi kebutuhan proyek yang terus meningkat.

Liputan6.com, Jakarta - Fasilitas produksi PT Saipem Indonesia Karimun Yard (SIKY) dan Baker Hughes  di Kepulauan Riau mendapat kunjungan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. 

Turut serta dalam kunjungan ke Saipem Indonesia ini Deputi Eksploitasi Wahju Wibowo, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara Rikky Rahmat Firdaus beserta fungsi terkait.

Kunjungan ini untuk memempersiapkan kapasitas dalam negeri untuk mengerjakan proyek- proyek besar hulu migas kedepannya yang secara jumlah dan nilai investasi akan terus meningkat, seiring dengan upaya percepatan yang dilakukan SKK Migas agar penemuan besar (Giant Discovery) dapat segera diproduksikan.

Saat ini SKK Migas sedang fokus mendorong temuan besar  tersebut yang ada di Kutai Kalimantan Timur dan Andaman Aceh untuk dapat segera berproduksi.

Dwi menjelaskan, investasi hulu migas yang masif dan agresif, harus diimbangi dengan kesiapan dari pabrikan untuk memenuhi kebutuhan proyek yang terus meningkat.

Dia menekankan bahwa jangan sampai komitmen investasi yang sudah disetujui oleh SKK Migas dan KKKS pada work, program & budget (WPnB) maupun POD tidak bisa dilaksanakan seluruhnya karena kurang siapnya vendor-vendor yang menyediakan barang dan jasa.

“Kunjungan ke pabrikan dalam negeri yaitu Saipem Indonesia dan Baker Hughes, adalah bentuk dukungan langsung Pemerintah dan SKK Migas terhadap penggunaan produk dalam negeri. SKK Migas berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang tahun ini ditargetkan mencapai 57%”, katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6/2024).

Langkah mengamankan pasokan barang dari pabrikan untuk proyek hulu migas harus dilakukan mengingat produk dari pabrikan tersebut, sebagian juga di ekspor. Seperti produk Saipem Indonesia yang banyak di ekspor ke Angola, Skotlandia, Australia dan Qatar.

"Melalui kunjungan ini, maka SKK Migas menyampaikan kebutuhan di proyek hulu migas, diharap pabrikan dapat menyesuaikan kapasitasnya agar juga dapat memenuhi kebutuhan pasokan untuk proyek hulu migas sebagaimana telah ditetapkan dalam long term plan (LTP)”, imbuh Dwi.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Punya Nilai Strategis

Upaya SKK Migas mendorong plan of development (POD) giant discovery di Andaman Aceh dan Kutai Kalimantan Timur, harus diimbangi dengan kesiapan industri penunjang migas, termasuk didalamnya adalah pabrikan agar menyiapkan kapasitas mereka dengan baik, sehingga ketika nanti ada permintaan barang dari proyek hulu migas, maka tidak ada kendala dari sisi kapasitas dan kemampuan produksinya.

Keberadaan PT SIKY mempunyai nilai strategis bagi Indonesia karena ditemukannya cadangan minyak dan gas bumi yang besar seperti di Blok Masela, Blok Andaman, Blok Kutai, dan proyek Carbon Capture Ubadari.

"Dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, kami yakin PT SIKY dapat mendukung pelaksanaan proyek-proyek strategis tersebut guna mendukung Pemerintah dalam mencapai target peningkatan produksi migas nasional dan kebijakan transisi energi," kata Arifin Tasrif.

 

3 dari 3 halaman

Tingkatkan TKDN

Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kemandirian industri nasional, Arifin berharap PT SIKY dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kami sangat mendorong Saipem untuk memenuhi TKDN semaksimal mungkin dan memanfaatkan peralatan dalam negeri. Hal ini tidak hanya akan mendukung industri lokal tetapi juga akan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia kita," lanjut Arifin.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini