Sukses

Asia-Pasifik Jadi Kawasan Transaksi Dompet Digital Terbesar Sedunia

Nilai transaksi dompet digital secara global mencapai USD 14 triliun.

Liputan6.com, Jakarta Dompet digital menjadi metode pembayaran dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Asia pun menjadi kawasan dengan penggunaan dompet digital terbanyak sedunia.

Melansir CNBC International, Jumat (14/6/2024) laporan terbaru dari perusahaan pemrosesan pembayaran Worldpay menunjukkan, dompet digital menyumbang 50% pembelian e-commerce dan 30% pembelian di dalam toko secara global pada tahun 2023.

Survei Worldpay dilakukan di 40 pasar di Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah dan Afrika, serta Amerika Utara dan Amerika Latin.

Nilai transaksi dompet digital secara global mencapai USD 14 triliun. Angka tersebut diperkirakan akan menembus USD 25 triliun pada tahun 2027 mendatang.

Konsumen di Asia-Pasifik adalah pengguna dompet digital terbesar, ketika penggunaan kartu fisik dan uang tunai terus menurun.

Tahun lalu, 70% pembayaran online dan 50% pembayaran di toko di Asia Pasifik menggunakan dompet digital – jumlah tertinggi di antara seluruh wilayah.

Total pengeluaran di kawasan ini untuk dompet digital, yang mencakup pembelian e-commerce dan perdagangan point-of-sales (POS) – berjumlah hampir USD 10 triliun pada tahun 2023, sebagian besar dipimpin oleh China.

Perbandingan di Eropa

Sebagai perbandingan, belanja dompet digital di Eropa hanya menyumbang 30% dari transaksi e-commerce dan 13% dari pembayaran fisik. Sementara di Amerika Serikat, penggunaan dompet digital menyumbang 37% dari penjualan online dan 42% dari belanja fisik.

"Selain kenyamanan, teknologi biometrik dalam dompet digital yang memungkinkan pembayaran hanya dengan wajah atau sidik jari memberikan rasa keselamatan dan keamanan yang lebih besar," kata Phil Pomford, manajer umum tim e-commerce Worldpay di kawasan Asia-Pasifik.

"Jelas ponsel Anda bisa dicuri, tapi tidak ada yang bisa menggunakan kartu Anda tanpa pengenalan wajah, tapi kartu fisik Anda bisa dicuri dan digunakan melalui pembayaran nirsentuh," bebernya.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Transaksi Dompet Digital Terbesar di China

Penggunaan dompet digital oleh konsumen di Asia-Pasifik untuk pembayaran e-commerce diperkirakan akan tumbuh sebesar 77% dan 66% untuk pembelian di dalam toko pada tahun 2027 mendatang, meskipun penggunaan uang tunai dan kartu terus berkurang di kalangan konsumen di seluruh dunia.

China menjadi pemimpin global pada tahun 2023, karena 82% pembelanjaan e-commerce dan 66% pembelian fisik dilakukan dengan dompet digital, dengan total transaksi senilai sekitar USD 7,6 triliun.

"Pasar pembayaran China sebagian besar dipimpin oleh tiga merek pembayaran yang ada di mana-mana: dompet digital Alipay dan WeChat Pay, dan jaringan kartu UnionPay," kata laporan itu.

Pada tahun 2027, 86% e-commerce dan 79% penjualan di dalam toko di China bahkan akan ditransaksikan menggunakan dompet digital, Worldpay memprediksi.

"Banyak orang di China tidak lagi membawa dompet fisik dan mereka keluar rumah hanya dengan membawa ponsel,” kata Pomford.

India, negara berpenduduk terpadat di dunia dengan populasi generasi muda terbesar, juga tidak jauh ketinggalan dalam hal ini.

Lebih dari 50% masyarakat di negara itu menggunakan dompet digital untuk membayar pembelian online dan di dalam toko tahun lalu, dan Unified Payments Interface (UPI) yang dikembangkan India dikenal sebagai salah satu aplikasi transaksi paling populer.

 

3 dari 3 halaman

Indonesia Masuk dalam Daftar

Penggunaan dompet digital untuk penjualan toko online dan fisik diperkirakan akan terus menjadi opsi pembayaran utama di India, mendominasi lebih dari 70% total penjualan pada tahun 2027, proyeksi Worldpay.

Di Asia, kartu kredit masih mendominasi negara-negara maju seperti Jepang (57%), Korea Selatan (56%) dan Singapura (42%). Namun negara-negara berkembang seperti Indonesia (40%), Filipina (34%) dan Vietnam (36%) lebih memilih dompet digital dibandingkan metode pembayaran lainnya.

"Banyak dari pasar-pasar ini memiliki populasi unbanked yang cukup besar. Jadi kemampuan untuk tiba-tiba memiliki metode pembayaran digital ini di ponsel jelas berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir," jelas Pomford.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini