Sukses

Mengintip Kerja Sama Teknologi IKN dengan Motorola

Blueprint kota cerdas Nusantara bakal memicu berbagai investor dan technology providers global untuk ikut membangun IKN, salah satunya Motorola.

Liputan6.com, Jakarta Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Motorola Solutions Inc dalam membangun IKN sebagai kota cerdas yang hijau, berketahanan, berkelanjutan, dan inklusif.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Mohammed Ali Berawi menyatakan, pembangunan Ibu Kota Nusantara merupakan proyek dengan peluang besar untuk menghasilkan berbagai penciptaan pengetahuan dan pengembangan teknologi terkini.

"Dengan kegiatan berskala mega dan berbagai fasilitas kemudahan yang disiapkan pemerintah, pemindahan ibu kota merupakan kesempatan besar bagi semua para pihak untuk turut serta berpartisipasi melakukan legacy pembangunan peradaban, termasuk dalam konteks global saat ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/6/2024).

Menurut dia, blueprint kota cerdas Nusantara bakal memicu berbagai investor dan technology providers global untuk ikut membangun IKN.

Direktur Global Government Affairs Motorola, Richard Brecher turut menyatakan antusiasme serupa. Ia menilai ikut serta membangun ibu kota negara baru sebagai kesempatan yang belum tentu ada di setiap generasi.

"Kami berharap dapat berkontribusi dalam membangun sistem teknologi yang robust, interoperable, dan berkelanjutan di IKN," kata Richard.

Motorola, juga melalui dukungan United States Trade and Development Agency (USTDA), berkomitmen mengimplementasikan teknologi dan solusi dalam sektor keamanan dan keselamatan publik. Semisal video surveilans, komunikasi gawat darurat, akses kontrol dan konsorsium pembangunan pilot proyek pusat komando pada akhir 2024.

"Selain dengan inisiatif hijau, Motorola berkomitmen untuk mengembangkan teknologi dan solusi untuk keamanan dan keselamatan masyarakat dalam rangka membangun Nusantara sebagai kota yang aman," ungkap Direktur Motorola untuk Indonesia-Singapura-Brunei, Chang Kar Weng.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

IKN itu apa artinya?

Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur merupakan sebuah langkah besar yang diambil oleh pemerintah Indonesia. Hal ini bukan sekadar memindahkan pusat pemerintahan, tetapi juga memiliki makna dan tujuan yang lebih luas.

Arti Dibangunnya IKN Nusantara:

  • Simbol Identitas Nasional: IKN Nusantara menjadi simbol identitas nasional yang baru bagi Indonesia. Pemindahan ibu kota ini menunjukkan tekad bangsa untuk membangun masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
  • Kota yang Cerdas dan Ramah Lingkungan: IKN Nusantara dirancang sebagai kota yang cerdas (smart city) dan ramah lingkungan. Kota ini akan menerapkan teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meminimalkan dampak lingkungan.
  • Pusat Ekonomi Baru: IKN Nusantara diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi baru bagi Indonesia. Hal ini akan membantu untuk pemerataan pembangunan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di luar Jawa.
3 dari 3 halaman

IKN berada di provinsi apa?

Perlu diketahui, Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berada di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Tujuan Dibangunnya IKN Nusantara:

  • Pemerataan Pembangunan: Salah satu tujuan utama pemindahan ibu kota adalah untuk pemerataan pembangunan. Saat ini, Pulau Jawa, khususnya Jakarta, menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Hal ini menyebabkan ketimpangan pembangunan dengan daerah lain di Indonesia.
  • Pengurangan Beban Jakarta: Jakarta saat ini menghadapi berbagai masalah, seperti kemacetan, polusi, dan banjir. Pemindahan ibu kota diharapkan dapat mengurangi beban Jakarta dan memungkinkan kota ini untuk berkembang dengan lebih baik.
  • Mewujudkan Visi Indonesia 2045: IKN Nusantara merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045, yaitu menjadi negara maju, adil, dan makmur.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini