Sukses

Menang 2-0 Lawan Filipina, Ini Sederet Keunggulan Timnas Indonesia di Dalam dan Luar Lapangan

Timnas Indonesia berhasil mendampingi Irak lolos ke putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dari Grup F. Pada laga terakhir Grup F, Indonesia menang 2-0 saat menjamu Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/6/2024) malam WIB.

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia berhasil mendampingi Irak lolos ke putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dari Grup F. Pada laga terakhir Grup F, Indonesia menang 2-0 saat menjamu Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/6/2024) malam WIB.

Kemenangan Indonesia atas Filipina ini pun menjadi sejarah tersendiri. Dalam catatan, Indonesia juga mampu unggul dari Filipina dalam beberapa hal, berikut ulasannya: 

Dikutip dari Bola.net, Di atas kertas, Indonesia unggul segalanya atas tim tamu, demikian pula yang terjadi di lapangan. Timnas tampil dominan, dua gol kemenangan dicetak oleh Thom Haye (32') dan Rizky Ridho (56').

Statistik pertandingan Indonesia vs Filipina

  • Tembakan: 20 - 7
  • Tembakan tepat sasaran: 7 - 1
  • Penguasaan bola: 54% - 46%
  • Operan: 411 - 354
  • Akurasi operan: 79% - 76%
  • Pelanggaran: 9 - 11
  • Kartu kuning: 1 - 3
  • Kartu merah: 0 - 0
  • Offside: 3 - 1
  • Tendangan sudut: 7 - 4

Statistik laga Timnas Indonesia vs Filipina di atas cukup menggambarkan jalannya pertandingan, bahwa timnas memang lebih banyak menyerang. Meski begitu, ada PR finishing yang harus diperbaiki oleh pasukan Shin Tae-yong. Banyak peluang, finishing kurang maksimal.

Tak hanya di dalam lapangan, Timnas Indonesia juga mampu unggul di luar lapangan. Salah satunya terkai dengan harga pasar pemain Timnas Indonesia.

Berdasarkan data dari Transfermarkt,, total nilai pasar skuad Garuda mencapai Rp268,98 miliar, jauh mengungguli nilai pasar timnas Filipina yang hanya Rp66,48 miliar.

Perbedaan mencolok ini menandakan kualitas individu pemain Timnas Indonesia yang lebih mumpuni dibandingkan Filipina. Faktor utama yang menentukan nilai pasar pemain adalah keterampilan dan kemampuannya di lapangan, termasuk kecepatan, kekuatan, teknik, dan performa secara keseluruhan.

Pemain Termahal Timnas Indonesia vs Filipina

Gelandang bertahan Thom Haye menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di Timnas Indonesia, mencapai Rp54,14 miliar.Diikuti oleh Calvin Verdonk dan Jay Idzes yang sama-sama memiliki nilai Rp43,45 miliar. Sedangkan Sandy Walsh berada di posisi ketiga dengan nilai Rp22,60 miliar.

Sementara di kubu Filipina, Michael Baldisimo menjadi pemain termahal dengan nilai Rp6,95 miliar. Diikuti oleh Neil Etheridge dan Dylan Demuynck yang sama-sama memiliki nilai Rp5,21 miliar.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Dalam 6 Bulan, Shin Tae-yong Bikin 3 Sejarah Dahsyat Bersama Timnas Indonesia

Timnas Indonesia menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya Indonesia bisa lolos ke putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Skuad Garuda melaju ke Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia usai menang 2-0 atas Filipina pada Selasa (11/6/2024).

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan disaksikan Presiden Joko Widodo, pasukan Shin Tae-yong menang berkat gol dari gelandang Thom Haye dan sundulan bek tengah Rizky Ridho.

Indonesia menjadi runner-up Grup F di bawah Irak sehingga berhak lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kemenangan ini membuat Indonesia tak perlu menggantungkan nasib pada laga Irak vs Vietnam yang baru digelar beberapa jam nanti.

Sepanjang sejarah ikut Kualifikasi Piala Dunia, Indonesia belum pernah bisa melangkah melewati putaran kedua. Ini menjadi pencapaian luar biasa ketiga Shin Tae-yong bersama timnas Indonesia dalam kurun enam bulan terakhir.

Sejarah dahsyat pertama STY di tahun 2024 ini adalah membawa Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sayangnya Indonesia ketika itu tak berdaya membendung Australia dan harus kalah 0-4.

Kemudian pada debut timnas Indonesia di Piala Asia U-23, STY mampu memberikan prestasi yang mencengangkan. Garuda Muda dibawa melaju sampai babak semifinal sehingga hampir saja meraih tiket berlaga di Olimpiade Paris 2024.

3 dari 5 halaman

STY Ditunggu Sejarah Lebih Dahsyat Lain

Indonesia mampu mengalahkan tim-tim kuat seperti Australia dan Korea Selatan di Piala Asia U-23 2024. Sayangnya di semifinal, Indonesia keok dari Uzbekistan dan kemudian kalah dari Irak pada perebutan tempat ketiga.

Tiga sejarah dahsyat ini akan membuat STY dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik di timnas Indonesia. Pria Korea ini mulai memoles timnas Indonesia pada 28 Desember 2019.

Prestasi dahsyat STY juga membuatnya sudah dipastikan mendapat perpanjangan kontrak dari PSSI. STY akan melatih Marselino Ferdinan dan kawan-kawan setidaknya sampai 2017. Kontrak awal STY akan habis Juni 2026 ini.

Setelah tiga sejarah dahsyat tersebut, STY masih bisa membuat rekor lagi dengan membawa timnas Indonesia untuk pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

4 dari 5 halaman

Peluang Indonesia ke Piala Dunia 2026

Peluang tersebut masih ada karena jatah Asia untuk main di Piala Dunia bertambah. Pasalnya FIFA memang menambah jumlah peserta Piala Dunia mulai 2026 menjadi 48 negara dari yang awalnya cuma 32. Asia mendapat jatah delapan tiket lolos langsung dan satu lewat play-off antar zona.

Di babak ketiga kualifikasi, Indonesia dan 17 tim lain dibagi menjadi tiga grup yang masing-masing berisi enam peserta. Hingga berita ini ditulis, sudah ada 17 tim yang dipastikan berpartisipasi di putaran tersebut. Selain Indonesia, daftarnya mencakup nama-nama langganan yang kerap mewakili Asia di Piala Dunia.

Mereka adalah Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, Arab Saudi, Qatar, Irak, Bahrain, Yordania, Oman, Palestina, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, China, Kirgyzstan, dan Korea Utara.

 

5 dari 5 halaman

Persaingan Sengit Tunggu Indonesia di Putaran 3

Persaingan babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dijadwalkan berlangsung 5 September 2024 hingga 10 Juni 2025.

Jika gagal menduduki dua posisi teratas grup putaran ketiga, jalan Indonesia menuju Piala Dunia 2026 belum tertutup. Penghuni urutan tiga dan empat grup masih berpeluang memburu tempat dengan melangkah ke ronde keempat kualifikasi.

Di sini enam tim yang berjuang dibagi menjadi dua grup. Mereka saling sikut dengan hanya pemenang grup yang lolos ke turnamen utama.

Jika gagal jadi juara grup di putaran keempat kualifikasi, timnas Indonesia masih punya peluang lolos ke Piala Dunia 2026. Syaratnya adalah dengan menjadi runner-up grup. Kalau menduduki posisi tersebut, timnas bakal menghadapi peringkat dua grup lainnya. Pemenang lalu melaju ke play-off antarkonfederasi alias putaran kelima.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini