Sukses

Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Tembus Level Segini

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli dipatok USD 77,90 per barel, naik 16 sen atau 0,21%. Sejak awal tahun, patokan harga minyak AS ini naik 8,7%.

Liputan6.com, Jakarta Harga minyak dunia naik pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta) setelah OPEC tetap pada proyeksi permintaannya, mengandalkan pertumbuhan ekonomi yang stabil tahun ini.

Dikutip dari CNBC, Rabu (12/6/2024), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli dipatok USD 77,90 per barel, naik 16 sen atau 0,21%. Sejak awal tahun, patokan harga minyak AS ini naik 8,7%.

Sedangkan harga minyak Brent untuk kontrak Agustus dibanderol USD 81,92 per barel, naik 29 sen atau 0,36%. Sejak awal tahun, patokan harga minyak global ini naik 6,3%

Harga minyak naik lebih dari 2% pada hari Senin di mana minyak mentah AS mencatatkan hari terbaiknya sejak 8 Februari. Pasar telah pulih dari kerugian minggu lalu, setelah penjualan yang membawa harga minyak ke titik terendah dalam empat bulan menyusul keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak mentah pada bulan Oktober.

OPEC memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak sebesar 2,2 juta barel per hari untuk tahun 2024 dan 1,8 juta barel per hari pada tahun 2025, menurut laporan bulanan kelompok tersebut. Produsen minyak melihat pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,8% tahun ini dan 2,9% pada tahun 2025.

OPEC mengharapkan sektor jasa untuk mempertahankan momentum stabil dan mendorong pertumbuhan ekonomi di paruh kedua tahun ini, terutama didukung oleh perjalanan dan pariwisata, dengan dampak positif yang berkelanjutan pada permintaan minyak.

Sentmen 

Meskipun sentimen bearish minggu lalu, Goldman Sachs memperkirakan pasar akan mengalami defisit karena permintaan bahan bakar musim panas yang akan mendorong Brent kembali ke USD 86 per barel pada kuartal ketiga.

Analis Pasar Senior Price Futures Group, Phil Flynn mengatakan pasar tampaknya terbangun dengan fakta bahwa dunia "berjalan dalam tidur menuju defisit pasokan minyak global" mengingat pemotongan produksi OPEC masih berlaku untuk saat ini dan jumlah rig yang menurun di AS.

Para pedagang menantikan hasil pertemuan Federal Reserve dan data inflasi AS untuk bulan Mei pada hari Rabu. Badan Energi Internasional akan merilis laporan pasar minyak bulanan pada hari yang sama. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Berapa Harga Minyak Dunia Kemarin?

Kemarin, harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Senin karena adanya harapan kenaikan permintaan bahan bakar di musim panas.

Para analis melihat kenaikan permintaan ini akan membuat defisit pasokan bahan bahan bakar dalam beberapa pekan ke depan sehingga mendorong kenaikan harga minyak.

Analis Goldman Sachs mengatakan harga minyak Brent yang menjadi patokan harga minyak dunia akan naik menjadi USD 86 pada kuartal III 2024 karena transportasi musim panas dan berkurangnya permintaan mendorong pasar ke dalam defisit pasokan yang cukup besar. Ia memperkirakan kekurangan pasokan itu mencapai 1,3 juta barel per hari atau bph.

Mengutip CNBC, Selasa (11/6/2024), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Juli di angka USD 77,74 per barel, naik USD 2,21 atau 2,93%. Dari awal tahun sampai saat ini harga minyak AS telah naik 8,5%.

Sedangkan harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan dunia untuk kontrak Agustus di angka USD 81,63 per barel, naik USD 2,01, atau 2,52%. Dari awal tahun sampai saat ini acuan global ini berada di atas 5,9%.

Sedangkan harga gas alam untuk kontrak Juli dipatok USD 2,90 per seribu kaki kubik, turun 0,41%. Dari awal tahun sampai saat ini harga gas sudah naik 15,6%.

Keputusan OPEC+

Harga minyak mencatatkan kerugian pada pekan lalu setelah OPEC+ setuju untuk meningkatkan produksi dari Oktober hingga September 2025.

“Harga energi terus pulih setelah pengumuman OPEC+,” kata analis komoditas senior di TD Securities Ryan McKay.

McKay mengatakan perjanjian tersebut melonggarkan fundamentalnya, namun harga akan mendapat dukungan tertentu mengingat tambahan pasokan dari OPEC+ kemungkinan besar tidak akan menyebabkan kelebihan pasokan dalam jumlah besar.

 

3 dari 3 halaman

Prediksi

Goldman Sachs memperkirakan batas bawah USD 75 untuk harga minyak Brent karena harga yang lebih rendah mendorong permintaan dan batas atas USD 90 karena persediaan global yang lebih tinggi dari perkiraan dan keputusan produksi OPEC+.

Sedangkan analisis UBS menyebutkan posisi buy, atau taruhan bahwa harga berjangka akan naik, berada pada level terendah sejak 2011, sementara posisi short mendekati rekor tertinggi.

“Kami pikir ini terlalu pesimistis,” kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

Persediaan akan mulai turun dalam beberapa minggu mendatang dan permintaan akan meningkat sebesar 2 juta barel per hari menjadi 2,5 juta barel per hari hingga bulan Agustus.

Para pedagang menantikan pertemuan Federal Reserve dan data inflasi pada hari Rabu, serta laporan pasar minyak dari OPEC dan Badan Energi Internasional pada hari Selasa dan Rabu.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.