Sukses

Harga Emas Antam Makin Bersinar Hari Ini 10 Juni 2024, Tengok Daftar Lengkapnya

Harga jual emas Antam naik, tetapi harga emas Antam untuk pembelian kembali atau buyback masih stabil. Harga buyback emas Antam hari ini di posisi Rp 1.210.000.

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau harga emas Antam naik pada perdagangan Senin, (10/6/2024) setelah stagnan pada perdagangan kemarin.

Berapa Harga Emas Antam 1 Gram Hari Ini? Harga emas Antam menguat Rp 1.000 per gram di posisi Rp 1.329.000 per gram pada Senin pekan ini. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp 1.328.000 per gram.

Sementara itu, harga emas Antam untuk pembelian kembali atau buyback masih stabil. Harga buyback emas Antam hari ini di posisi Rp 1.210.000.

Harga buyback ini adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 1.210.000 per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Anda dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Hingga pukul 08.14 WIB, harga emas Antam sebagian masih ada.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut rincian harga emas Antam hari ini, melansir laman logammulia.com:

  • Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 714.500
  • Harga emas Antam 1 gram: Rp 1.329.000
  • Harga emas Antam 2 gram: Rp 2.598.000
  • Harga emas Antam 3 gram: Rp 3.872.000
  • Harga emas Antam 5 gram: Rp 6.420.000
  • Harga emas Antam 10 gram: Rp 12.785.000
  • Harga emas Antam 25 gram: Rp 31.837.000
  • Harga emas Antam 50 gram : Rp 63.595.000
  • Harga emas Antam 100 gram: Rp 127.112.000
  • Harga emas Antam 250 gram: Rp 317.515.000
  • Harga emas Antam 500 gram: Rp 634.820.000
  • Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 1.269.600.000.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Prediksi Harga Emas Dunia Pekan Ini

Sebelumnya, harga emas berpeluang melemah pada perdagangan pekan ini. Potensi koreksi harga emas itu dari sentimen China tidak menambah kepemilikan emasnya untuk pertama kali dalam 18 bulan dan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan.

Selain itu, berdasarkan survei mingguan Kitco, mayoritas analis prediksi harga emas tertekan. Pada pekan ini, dari 18 analis yang partisipasi survei Kitco, hanya dua analis yang mewakili 11 persen melihat harga emas dunia akan naik pekan ini.

Sementara itu, 11 analis prediksi, harga emas akan tertekan. Sedangkan lima analis melihat harga emas akan sideways.

Sementara itu,dari polling Kitco terhadap 184 pemilih, 107 pemilih atau mewakili 58 persen prediksi harga emas akan menguat. Sementara itu, 33 orang atau 18 persen prediksi harga emas melemah. Sedangkan 44 responden perkirakan harga emas sideways.

Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler menuturkan, dua kekuatan mendorong emas ke posisi terendah baru dalam satu bulan menjelang akhir pekan lalu. Pemicunya pertama meski cadangan devisa China naik tetapi tidak menambah kepemilikan emasnya untuk pertama kali dalam 18 bulan.

“Kedua, lonjakan imbal hasil obligasi AS dan dolar AS sebagai respons terhadap data pekerjaan AS yang lebih kuat dari yang diharapkan,” ujar dia seperti dikutip dari Kitco.

Chandler menambahkan, di pasar spot, harga emas tembus USD 2.300 mendekati posisi terendah pada Mei 2024 di dekat USD 2.277. "Tembus posisi USD 2.270 dapat mengirim harga emas turun ke USD 2.220,” ujar dia.

 

 

 

 

3 dari 4 halaman

Peluang Kenaikan Harga Emas

Sementara itu, Analis Barchart.com, Darin Newsom menuturkan, harga emas akan merosot dalam beberapa hari ke depan. Ia menuturkan,  meski ada reaksi spontan terhadap data ketenagakerjaan bulanan AS, harga emas untuk pengiriman Agustus tetap dalam jangka menengah.

Di sisi lain, Analis Forex.com, James Stanley menuturkan, harga emas berpotensi menguat pekan ini. Ia mengatakan, selama empat hari pertama pada pekan lalu, harga emas mampu bertahan di posisi yang cukup kuat di level resistance 2.378.

“Saya pikir pendorong di sekitar cadangan emas China mungkin merupakan pintu jebakan, dan saya tidak berpikir the Federal Reserve akan bersikap terlalu agresif pekan ini,” ujar dia.

Chief Market Strategist SIA Wealth Management, Colin Cieszynski mengatakan, pihaknya mempertimbangkan dampak dari laporan pekerjaan menjelang keputusan suku bunga the Fed.

"Angka ketenagakerjaan AS berarti kecil kemungkinan the Fed akan memangkas suku bunga. Kecil kemungkinan the Fed akan memangkas suku bunga pekan ini, dan mereka benar-benar berada di bawah tekanan untuk tidak memangkas suku bunga,” ujar dia.

 

4 dari 4 halaman

Sentimen Bank Sentral Eropa

Ia menambahkan, sentimen itu telah menopang dolar AS. Selain itu, Bank Sentral Kanada dan Eropa memangkas suku bunga. Sentimen tersebut akan berdampak signifikan pada dolar AS dan harga emas.

"Hal itu memberikan angin segar bagi dolar AS dan angin sakal bagi emas dalam waktu dekat, dan juga komoditas lainnya,” ujar dia.

Selain itu, hal terpenting dari laporan pekerjaan AS, menurut Cieszynski yakni data inflasi.

"Bagian terpenting sebenarnya adalah inflasi upah meningkat lagi. Saya pikir banyak orang berharap the Fed isyaratkan penurunan suku bunga pada Juli, tetapi mungkin September,” ujar dia.

Adapun Cieszynski menuturkan, penurunan harga emas dapat cukup dramatis. Hal ini karena kenaikannya hanya berikan sedikit area support yang jelas. Harga emas menembus USD 2.160 lalu dengan cepat naik ke USD 2.4000. “Jadi support di area USD 2.280, USD 2.285, dan jika itu tercapai, kembali lagi ke USD 2.125,USD 2.150,” tutur dia.

Analis Senior Kitco Jim Wyckoff menuturkan, penurunan emas dapat berlanjut pekan ini. Adapun harga emas di pasar spot diperdagangkan di USD 2.294,01 per ounce. Harga emas susut 1,43 persen pada pekan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.