Sukses

1.200 Orang Diangkut Kapal Laut di Mudik Gratis Rute Jangkar Situbundo ke Pulau Raas Sumenep

Program mudik dan balik gratis via kapal laut oleh Pemprov Jatim dengan trayek Jangkar, Situbundo menuju Pulau Raas, Sumenep (PP) terus memberikan pelayanan selama musim mudik dan balik gratis tahun 2024.

Liputan6.com, Jakarta PJ Sekda Jawa Timur, Bobby Soemiarsono mengapresiasi seluruh pelaksana dan pihak terkait mudik gratis dan balik gratis via kapal laut oleh Pemprov Jatim dengan trayek Jangkar, Situbundo menuju Pulau Raas, Sumenep (PP) yang terus memberikan pelayanan selama musim mudik dan balik gratis tahun 2024.

Masa pelayanan mudik gratis dilaksanakan mulai tanggal 02 April-09 April 2024, sedangkan balik gratis dimulai tanggal 15 April s/d 20 April 2024.

"Ada 7 perjalanan pulang pergi, 4 perjalanan telah dilaksanakan sebelum hari raya Idul Fitri dan 3 perjalanan dilaksanakan setelah hari raya,” ujar PJ Sekda dalam keterangan resmi, Senin (22/04/2024).

Diketahui, lebih dari 1.200 orang yang ikut dalam mudik gratis dari Jangkar menuju Raas, sedangkan prediksi jumlah orang yang akan kembali dari Raas menuju Jangkar sebanyak 1000 orang. Pada pelayanan tahap 5 (16/04) dari Raas menuju Jangkar diberangkatkan pukul 07.50 dengan jumlah penumpang 275 orang dan sepeda motor 57 unit.

Kholil salah satu penumpang menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jatim yang telah memberikan fasilitas mudik dan balik gratis pada tahun 2024 ini, harapannya pada tahun berikutnya pelayanan seperti ini akan terus berlanjut.

"Terima kasih kepada pemerintah provinsi Jawa Timur yang sudah menyediakan layanan kapal laut gratis tahun ini. Hal ini sangat membantu masyarakat Raas khususnya yang kebanyakan merantau ke daerah Bali dan sekitarnya. Semoga pelayanan seperti ini akan ada lagi di tahun depan dengan layanan yang lebih baik lagi sehingga masyarakat pulau Raas terbantu," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono melaporkan bahwa selama pelayanan mudik kemarin berjalan dengan lancar.

"Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang ada di lapangan baik dari operator kapal, tim keamanan dan seluruh yang bertugas serta dukungan positif dari jajaran stakeholder dari Pemerintah Situbondo maupun Sumenep," ujarnya. 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Sederet Catatan Program Mudik Gratis 2024: Minim Sinergi Penyelenggara

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, mengapresiasi penyelenggaraan program mudik gratis yang dihelat sejumlah instansi pemerintah hingga badan usaha swasta/BUMN pada musim Lebaran 2024 lalu.

Berdasarkan catatannya, angkutan mudik dan balik gratis mampu meminimalisasi risiko kepadatan lalu lintas. Faktor keselamatan juga lebih terjamin, ada pengecekan kondisi kendaraan sebelum keberangkatan, termasuk pengemudinya.

Di balik segala keuntungannya, kata Djoko, program itu masih menyisakan masalah pengelolaan. Dari hasil penelusuran, ada sebagian pemudik yang mendaftar angkutan gratis itu lebih pada satu penyelenggaran. Namun, akhirnya hanya satu penyelenggara yang dipilih.

"Yang kasih bingkisan paling banyak nanti yang dipilih (pemudik), sedangkan nama mereka yang sudah terdaftar tidak dapat digantikan. Ini memunculkan risiko pembatalan keberangkatan angkutan gratis," ujar Djoko dalam informasi yang disampaikan, Minggu (21/4/2024).

 

3 dari 3 halaman

Minim Pengawasan

Menurut dia, masalah itu terjadi akibat banyak penyelenggara mudik gratis. Di satu sisi, pengawasan cukup ketat hanya dilakukan program yang diadakan pemerintah. Penyelenggara swasta cenderung minim pengawasan.

Untuk itu, ia menyarankan agar kelak para penyelenggara mudik gratis saling bersinergi. Setidaknya, sinergitas itu dapat ditunjukkan dalam urusan pendaftaran. Djoko menilai urusan itu sebaiknya dilakukan melalui satu kanal atau situs yang sama.

"Harus ada sanksi diberikan bagi pemudik yang sudah mendaftar kemudian membatalkan keberangkatan tanpa memberitahu. Supaya seminim mungkin bangku kosong ketika bus diberangkatkan," imbuh dia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini