Sukses

USD Melemah Hari Ini 22 Agustus 2023, Rupiah Diramal Tembus 15.360 Rabu Besok

Rupiah ditutup menguat 8 point dalam penutupan pasar sore ini, walaupun sebelumnya sempat melemah 25 point di level Rp. 15.316 dari penutupan sebelumnya di level Rp. 15.325.

Liputan6.com, Jakarta Indeks dolar Amerika Serikat atau USD mengalami pelemahan pada Selasa, 22 Agustus 2023. 

Direktur PT. Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyoroti pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole, yang dipandang penting pada ketahanan indeks Nasdaq Composite yang berbasis teknologi, dalam menghadapi lonjakan imbal hasil obligasi 10-tahun ke level tertinggi baru dalam beberapa tahun. 

Hal itu memberikan dorongan untuk sentimen risiko pada hari Selasa, sehingga merugikan dolar safe-haven. 

"Namun, kerugiannya kecil karena para pedagang menunggu pidato penting dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Simposium Jackson Hole akhir pekan ini. Pasar akan fokus pada apakah pimpinan The Fed percaya bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut akan diperlukan untuk menurunkan inflasi atau apakah sudah ada kemajuan yang cukup untuk mempertahankan suku bunga," kata Ibrahim dalam paparan tertulis pada Selasa (22/8/2023). 

Christine Lagarde juga dijadwalkan untuk berbicara di Jackson Hole pada hari Jumat besok, dan komentar Presiden Bank Sentral Eropa  itu  akan diuraikan dengan cermat untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah selanjutnya pada bulan September mendatang.

Di zona euro, inflasi mulai menunjukkan penurunan tetapi masih jauh di atas target bank sentral sebesar 2 persen. Sementara itu, perekonomian di kawasan ini secara umum mengalami stagnasi selama tiga kuartal terakhir, yang menunjukkan pertumbuhan PDB yang hampir tidak positif di  2023.

Pinjaman bersih sektor publik Eropa naik 3,48 miliar euro pada bulan Juli, jauh di bawah 17,11 miliar euro pada bulan sebelumnya dan perkiraan £17,03 miliar.

Sedangkan di China, negara itu tengah berusaha membendung pelemahan yuan lebih lanjut.

"Gagasan ini membuat PBOC memangkas suku bunga pinjamannya dengan margin yang lebih kecil dari perkiraan pada hari Senin, dengan bank ingin menjaga keseimbangan antara memberikan lebih banyak stimulus moneter," ungkap Ibrahim.

Tetapi kurangnya stimulus moneter menimbulkan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi yang melambat di China, yang pada gilirannya semakin merusak sentimen terhadap pasar China. 

Rupiah Menguat 

Rupiah ditutup menguat 8 point dalam penutupan pasar sore ini, walaupun sebelumnya sempat melemah 25 point di level Rp. 15.316 dari penutupan sebelumnya di level Rp. 15.325.

"Sedangkan untuk perdagangan besok , mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp. 15.300- Rp. 15.360," kata Ibrahim.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Tensi Politik Dikhawatirkan Surut Minat Investor

Ibrahim menyoroti kontestasi pemilihan umum (pilpres) 2024 yang semakin memanas, dengan partai-partai besar condong berkoalisi kearah capres Prabowo Subianto yang dianggap memenuhi syarat untuk melanjutkan estapet kepemimpinan.

Menurutnya, memansanya tensi politik cenderung kurang diminati investor.

"Pasalnya, berpotensi memiliki ketidakpastian politik dibandingkan dengan negara lain, seperti Vietnam dan Thailand yang certainty (kepastian) secara politiknya itu lebih kelihatan," sebutnya.

"Hal tersebut bisa terlihat dari aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri pada pekan ketiga Agustus 2023. Data transaksi yang dihimpun Bank Indonesia (BI) periode 14 Agustus 2023 hingga 16 Agustus 2023, nonresiden di pasar keuangan dalam negeri jual neto baik di pasar surat berharga negara (SBN) dan pasar saham sebesar Rp 6,79 triliun," lanjut Ibrahim.

 

3 dari 3 halaman

Inventor akan Cenderung Wait and See

Selanjutnya, dengan adanya ketidakpastian politik, Ibrahim menyebut, calon investor maupun investor yang sudah ada di Indonesia cenderung akan wait and see terlebih dahulu melihat kondisi politik arahnya akan kemana, sebelum mengambil keputusan yang signifikan.

"Oleh karena itu, guna untuk menghindari hal tersebut maka pemerintah Indonesia perlu mengemas Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dengan damai, supaya media internasional tidak melihat adanya kekacauan politik yang dapat menjadi citra buruk Indonesia di kancah internasional," kata Ibrahim.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini