Sukses

Mau Beli Rumah? Jangan Terburu-buru, Simak Dulu 2 Hal Penting Ini

Itulah sebabnya Rachel Cruze sebagai pakar keuangan pribadi dan co-host podcast bisnis ”Smart Money Happy Hour” menggunakan formula pembelian rumah ayahnya sebelum membeli rumah pertamanya.

Liputan6.com, Jakarta - Rumah adalah salah satu pembelian terbesar dan juga tersulit dalam hidup seseorang. Pasokan yang terbatas dan harga yang tinggi menyebabkan proses pembelian rumah bisa menjadi lebih kompleks dibanding bawah lainnya.

Itulah sebabnya Rachel Cruze sebagai konsultan keuangan pribadi dan co-host podcast bisnis ”Smart Money Happy Hour” menggunakan formula pembelian rumah yang dipakai ayahnya sebelum membeli rumah pertamanya.

Langkah pertama, bebaskan diri Anda dari utang apa pun. Kemudian, kumpulkan tabungan darurat selama tiga hingga enam bulan.

“Suami saya dan saya mengikuti formulanya,” kata Cruze seperti melansir CNBC Make It, Minggu (9/7/2023).

“Saya tahu itu sangat sulit bagi banyak orang karena biasanya sudah ada pinjaman sebelumnya, dan tetapi ketika Anda tidak memiliki utang dan penghasilan Anda adalah milik Anda itu menempatkan Anda pada posisi yang sama sekali berbeda secara finansial,” tambah dia.

"Bagi banyak orang, keluar dari utang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sementara mengumpulkan dana darurat, jika Anda belum memilikinya, bisa memakan waktu. Tetap saja, Anda membutuhkan keduanya sebelum membeli rumah," kata Cruze.

Langkah 1: Wujudkan bebas utang

Di Amerika Serikat (AS) dimana Cruze tinggal, penduduknya punya beberapa tagihan. Untuk 35 persen orang AS punya utang kartu kredit, menurut survei Bankrate Januari 2023. 

Ditambah lagi, menurut Departemen Pendidikan AS, 43,5 juta orang Amerika memiliki pinjaman mahasiswa. Sementara 51 persennya pemegang pinjaman mahasiswa mengatakan utang mereka telah menyebabkan penundaan untuk membeli rumah, menurut laporan NAR 2021.

Jadi, melunasi utang sebelum membeli rumah adalah masalah praktis. Itu bergantung pada seberapa tinggi utang, hipotek Anda dapat ditolak atau dikenai tingkat bunga yang tinggi, bahkan jika skor kredit Anda bagus.

Menjadi bebas utang adalah proses yang membosankan, tetapi bukan tidak mungkin. Cash stuffing berarti Anda hanya membelanjakan uang yang Anda miliki dalam bentuk tunai. Praktisi biasanya menggunakan metode penganggaran berbasis nol.

Ada lagi strategi lain untuk melunasi utang yaitu menyelesaikan transfer saldo kartu kredit dan mengikuti metode bola salju, yaitu melunasi saldo terkecil terlebih dahulu untuk membangun momentum.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Langkah 2: Bangun dana darurat 3-6 bulan

Menabung untuk uang muka itu sulit. Faktanya, 29 persen pembeli rumah pertama mengatakan ini adalah bagian paling menantang dari proses pembelian rumah, menurut laporan 2022 dari National Association of Realtors.

Akan tetapi, begitu akhirnya menimbun cukup uang, Anda tidak bisa berhenti di situ. Biaya inspeksi, pembayaran hipotek, biaya pindah, perbaikan, dan tanggung jawab rumah tangga lainnya juga membutuhkan uang.

Dari situlah dana darurat Anda masuk. Anda dapat membangun dana darurat dengan berbagai cara. Jika Anda menggunakan cash stuffing untuk keluar dari utang, Anda dapat terus menggunakan taktik tersebut untuk menyalurkan uang ke rekening tabungan, misalnya. Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari memasukkan rejeki nomplok yang Anda terima langsung ke tabungan, daripada langsung membelanjakannya.

Apa pun metode penghematan yang Anda pilih, menetapkan “harapan yang realistis” adalah bagian terpenting, kata Cruze.

“Dibutuhkan tingkat kedewasaan hanya untuk melihat fakta dan berkata, ‘Oke, terlepas dari apa yang saya rasakan, terlepas dari betapa frustrasi dan kesalnya saya, di sinilah kita secara finansial dan inilah angka-angka yang harus dikerjakan. Kami’,” katanya.

“Ini mungkin bukan rumah yang bisa Anda dapatkan empat tahun lalu, tapi inilah rumah yang bisa Anda miliki hari ini.”

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.