Sukses

Milenial Perhatikan, Ini Tips dan Trik Dapat KPR Rumah Subsidi

Kementerian PUPR membagikan tips dan trik bagi generasi milenial untuk mendapatkan kemudahan pembiayaan perumahan.

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan atau DJPI membagikan tips dan trik bagi generasi milenial untuk mendapatkan kemudahan pembiayaan perumahan.

"Pertama, pahami kebutuhannya. Kalau generasi muda mau membeli rumah bisa menggunakan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), namun untuk pembangunan atau kepemilikan bisa memilih Tapera sehingga harus menjadi anggota program Tapera," ujar Analis Kebijakan Subdirektorat Kemudahan dan Bantuan Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan DJPI Ratna Indriani dikutip dari Antara, Selasa (5/6/2023).

Tips dan trik yang kedua, lanjut Ratna, adalah milenial perlu mengenali kondisi keuangan seperti apakah penghasilan sesuai kriteria masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), penghasilan bersifat tetap atau tidak tetap, memiliki kemampuan mengangsur, jumlah tabungan yang dimiliki cukup untuk uang muka rumah, dan tidak memiliki utang sebelum KPR.

Ketiga yakni milenial harus memilih rumah bersubsidi yang berkualitas dengan mengecek pengembangan perumahan apakah telah terdaftar di Sistem Informasi Registrasi Pengembang atau Sireng, rumah telah teridentifikasi dalam Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang), harga jual sesuai dengan batasan yang ditetapkan pemerintah, dan mengecek lokasi serta fisik rumah subsidi.

Kemudian tips dan trik keempat adalah mempelajari persyaratan dan menyiapkan dokumen. Kelima adalah memilih bank pelaksana, seperti bank pelaksana merupakan bank yang melayani pembiayaan perumahan, bank pelaksana sudah bekerjasama dalam program pemerintah seperti FLPP dan Tapera, serta mengkaji biaya-biaya yang harus dibayarkan.

Tips dan trik yang terakhir bagi milenial untuk mendapatkan kemudahan pembiayaan perumahan yakni mendaftar antrean dengan melakukan registrasi di aplikasi Sistem informasi KPR Subsidi Perumahan (Sikasep) atau Sistem Informasi Tapera (Sitara), mengunggah persyaratan dokumen, menunggu hasil verifikasi, dan melakukan akad kredit.

Sasar 3 Kelompok

Kementerian PUPR mengungkapkan bahwa pengembangan pembiayaan perumahan pada 2023 akan menyasar tiga kelompok yakni masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) informal, masyarakat perkotaan, serta generasi milenial.

Kelompok segmen masyarakat yang disebut sebagai generasi milenial atau masyarakat berpenghasilan tanggung, di mana mereka tidak bisa mendapatkan subsidi tapi juga tidak mampu mencicil untuk mendapatkan hunian pribadi.

Hal ini mungkin bisa dibantu oleh sektor perbankan untuk secara kreatif bisa menyediakan produk pembiayaan KPR rumah bagi milenial dengan jangka waktu lebih panjang dan disesuaikan dengan housing career dari milenial tersebut.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Perhatian Pemerintah untuk Konsumen Properti Milenial

Sementara itu, dari sisi pengembang, Direktur Dwicitra Land Bryan Soedarsono terkait dengan kondisi Indonesia yang memasuki tahun politik yang disebut akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia, dirinya mengatakan bahwa tahun politik tidak terlalu mempengaruhi market di Grand Tenjo Residence.

Hal ini karena kebanyakan konsumen Grand Tenjo Residence adalah end-user yang mencari rumah untuk dihuni, bukan untuk investasi, sehingga keputusan untuk membeli rumah tidak terlalu dipengaruhi situasi politik.

Namun Bryan tetap berharap kepada pemerintah untuk menaruh perhatian penuh terhadap konsumen property yang notabene saat ini diramaikan oleh kalangan millennial dan Gen-Z yang masih sangat memerlukan fleksibilitas suku bunga KPR dan kemudahan mengambil rumah dengan DP ringan.

“Untuk itu kami harapkan pemerintah bisa mendukung dengan tetap menjaga fluktuasi suku bunga pasar agar bisa stabil dan ringan bagi masyarakat yang membutuhkan rumah untuk hunian. Ini agar kedepan pasar properti makin bergairah,” tutur dia.

Saat ini, industri properti di Indonesia sendiri sudah berjalan normal dan makin membaik. Kondisi ini digunakan para pengembang untuk menggenjot pembangunan unit perumahan seiring makin tingginya daya beli masyakat.

Satu diantaranya adalah pengembang properti Dwicitra Land yang tengah memasarkan tahap kedua Cluster Oakwood yang launching tahun ini, sekaligus memepersiapkan cluster ketiga di Grand Tenjo Residence untuk launching di tahun 2024 . Cluster pertama di perumahan di wilayah yang tengah berkembang pesat itu telah ludes terjual dan diserah terimakan pada penghuninya di akhir tahun lalu. 

Marketing sales dari Cluster Oakwood sendiri sudah mencapai 110 miliar di akhir May 2023 sejak mulai dipasarkan pada awal tahun 2023. Bryan menargetkan penjualan unit yang tersisa di Cluster Oakwood sebanyak 280 unit untuk dijual hingga akhir tahun ini.

“Target marketing sales tahun 2023 adalah 230 miliar dari penjualan Cluster Oakwood; per akhir May 2023 kami sudah menjual 110 miliar. Kami juga sudah mulai serah terima rumah yang sudah akad dan akan menyelesaikan semua fasilitas cluster Oakwood tahun ini sehingga siap untuk dihuni,” ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Harga Properti

Cluster Oakwood merupakan hunian dengan design industrial modern yang memiliki atap tinggi. Memiliki spesifikasi terbaik di kelasnya, rumah di Oakwood menggunakan lantai homogeneous tile, dilengkapi kanopi mobil, menggunakan smart door lock, dan juga septictank fiber yang ramah lingkungan. 

Ada beragam pilihan tipe unit Cluster Oakwood di Grand Tenjo Residence diantaranya; untuk Oakwood Suite Tipe 27/60 dipasarkan Rp. 350jt-an, Tipe 34/60 dipasarkan Rp. 390Jt-an, dan Tipe 34/72 yang dipasarkan seharga Rp. 450 Jt-an. Sementara unit Oakwood Luxe Tipe 55/72 dengan bangunan 2 lantai dipasarkan Rp. 650jt-an.

“Tersedia subsidi uang muka sebesar 20 sampai 30 Jt-an untuk semua tipe Oakwood, sehingga konsumen tidak perlu lagi merogoh kocek untuk membayar uang muka, hanya bayar Booking Fee saja untuk beli rumah di Grand Tenjo Residence,” ujarnya.

Grand Tenjo Residence sendiri saat ini mendapat dukungan penuh dari pihak perbankan, antara lain Bank BTN, BTN Syariah, OCBC NISP, Danamon, BRI, dan BSI Syariah untuk pembiayaan KPR para konsumen.

Dari sisi akses mobilitas para penghuninya, kawasan Grand Tenjo Residence sangat mudah dan strategis. Lokasinya diapit 2 stasiun KRL Commuterline (Tenjo dan Daru), dan hanya berjarak 4 KM dari akses Tol Serpong Balaraja yang sedang dibangun saat ini. Tidak hanya itu, untuk kebutuhan berbelanja, Grand Tenjo Residence hanya berjarak 2,5 KM ke pasar Tenjo, atau ke Mall Citra Raya Tangerang yang bisa ditempuh dalam waktu 30 menit saja.

“Akses menuju Kawasan Grand Tenjo Residenca saat ini mayoritas masih melalui KRL dengan pemberhentian di stasiun Tenjo atau Stasiun Daru. Namun, kedepannya akan ada tambahan akses yakni dari jalan tol Serpong Balaraja yang exit tolnya hanya 4 km dari Grand Tenjo Residence,” imbuhnya.

Bryan mengakui ditengah harga bahan bangunan yang melonjak, pihaknya mau tidak mau melakukan penyesuaian harga. Untuk mensiasatinya, Grand Tenjo Residence telah bekerjasama dengan supplier dan kontraktor agar penyesuaian harga tidak terlalu signifikan.

 “Ada penyesuaian harga, tapi kami sudah bekerja sama dengan supplier dan kontraktor agar tidak ada kenaikkan harga yang terlalu signifikan,” jelasnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini