Sukses

Curhatan Disabilitas ke Erick Thohir, Pernah Gagal Masuk BUMN

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir membagikan momen menarik. Kini, ia terlihat berbincang dengan salah satu penyandang disabilitas.

Bukan tanpa alasan, ternyata, itu adalah pegawai BUMN yang lolos lewat rekrutmen bersama BUMN yang digelar beberapa waktu lalu. Ternyata, pria yang menyebut namanya Ade itu juga pernah melamar kerja di perusahaan pelat merah, namun belum berhasil.

"Alhamdulillah, bisa bertemu dengan Ade, satu dari 134 disabilitas yang diterima di BUMN melalui Rekrutmen Bersama BUMN 2022," kata Erick, mengutip unggahan Instagram @erickthohir, Minggu (14/8/2022).

Dalam perbincangan keduanya, Ade mengisahkan kalau ia pernah melamar ke PT Inti, namun di satu tahapan rekrutmen ia belum lolos. Ia juga mengaku pernah bekerja di Telkom sebagai call center, tapi bentrok dengan kuliahnya. Ia juga pernah gagal saat melamar ke Pegadaian.

Kendati begitu, kondisi disabilitas pada dirinya ternyata bukan jadi halangan. Pria lulusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik ini ingin membuktikan kalau ia pun bisa bekerja dan mandiri.

Akhirnya, melalui rekrutmen bersama BUMN, ia diterima di PT Pindad. Kini, ia menjadi bagian dari perusahaan pelat merah.

"Perjalanan yang berliku mungkin tak hanya dirasakan Ade, juga teman-teman disabilitas lainnya di luar sana," ujar Erick.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

BUMN Inklusif

Lebih lanjut, Menteri Erick memyebut kalau perusahaan pelat merah adalah wadah yang inklusif. Salah satunya memyediakan ruang bagi disabilitas.

Asal memiliki kemampuan dan kompeten di bidangnya untuk bekerja di perusahaan pelat merah.

"BUMN adalah institusi yang inklusif, menawarkan kesempatan bagi siapa saja yang kompeten dan mau berusaha keras," ujar dia.

Mendengarkan kisan Ade, Erick mengaku cukup tersentuh dan terinspirasi. "Kegigihan Ade dalam berjuang sungguh menginspirasi saya. Terima kasih sharingnya, De. Ditunggu di @pt_pindad," tutupnya.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Erick Thohir: BUMN Berkontribusi Sepertiga Ekonomi RI

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyambut positif realisasi pertumbuhan ekonomi  Indonesia sebesar  5,44 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal II-2022.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, BUMN punya peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, yang mana sepertiga dari perekonomian Indonesia merupakan kontribusi dari BUMN.

Erick menilai ketahanan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global tidak terlepas dari peran BUMN yang sehat sebagai motor pemulihan ekonomi nasional.

"Kementerian BUMN memprediksi total aset BUMN telah mencapai sekitar Rp 9.000 triliun di 2021 atau sekitar 53 persen dari PDB. BUMN yang sehat membantu mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berbasis adil dan makmur. Masyarakat yang makmur mampu meningkatkan perekonomian Indonesia," ujar Erick di Jakarta, Senin (8/8).

Dengan basis ekonomi kerakyatan dan juga fungsi BUMN sebagai agent of development, lanjut Erick, BUMN tetap menjalankan proyek-proyek pembangunan yang menciptakan lapangan kerja di tengah pandemi covid-19.

Erick secara gamblang menjelaskan sejumlah project besar besar BUMN seperti RDMP Balikpapan yang diperkirakan menyerap 19.000 tenaga kerja, hilirisasi batubara menjadi DME diperkirakan menyerap 10.000 tenaga kerja.

Sementara smelter tembaga Freeport Gresik menyerap hingga 40.000 tenaga kerja, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang saat ini Hutama Karya sendiri telah mencatatkan penyerapan hingga 200.000 tenaga kerja.

Lalu, pembangunan KEK Mandalika di mana InJourney selaku core dari penyelenggaraan event internasional MotoGP mampu menyerap 4.500 tenaga kerja lokal dan berhasil memastikan bahwa masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penonton, namun juga turut terlibat sejak pembangunan hingga penyelenggaraan event internasional MotoGP dan WSBK.

 

4 dari 4 halaman

Program Mekaar

Erick melanjutkan, PNM juga memiliki Program Mekaar sebagai fasilitas untuk pemberdayaan UMKM Perempuan yang telah mampu menciptakan lapangan kerja setidaknya bagi 12,7 juta ibu-ibu di tahun 2021 di berbagai wilayah dan akan terus didorong hingga mencapai 20 juta nasabah pada tahun 2024.

Pun dengan Pupuk Indonesia melalui Program Makmur yang merupakan pendampingan budidaya tani melalui ekosistem yang terintegrasi untuk pemberdayaan petani hingga kini telah mencapai 148.127 hektare (Ha) lahan bersama 117.995 petani.

"Padi UMKM sebagai jembatan untuk mempertemukan UMKM ke dalam ekosistem pengadaan BUMN telah mencapai total nilai transaksi Rp18 Triliun bersama 12.960 UMKM per TW II 2022," bebernya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS