Sukses

BRI Andalkan Layanan BRIFast Remittance untuk Pekerja Migran

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senantiasa hadir memenuhi kebutuhan layanan perbankan nasabah, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dalam memenuhi kebutuhan layanan remitansi, BRI memiliki layanan BRIFast Remittance yang dapat menjadi solusi pengiriman uang ke 8.993 branch offices BRI di seluruh Indonesia.

Senior Executive Vice President Treasury and Global Services BRI, Achmad Royadi mengatakan, jaringan BRI yang luas di seluruh Indonesia semakin mempermudah layanan pengiriman uang bagi PMI. 

Dia menambahkan, BRI telah menggandeng 100 perusahaan global yang memiliki lisensi Money Transfer Operator (MTO) sebagai mitra resmi BRI yang menggunakan layanan BRIFast Remittance.

BRIFast Remittance dapat memfasilitasi counterpart BRI melalui beberapa opsi pengiriman uang untuk para customer, khususnya para PMI. PMI bisa memilih beberapa jenis mekanisme pengiriman, antara lain mengirimkan uang langsung ke rekening bank, serta mengirimkan dengan mekanisme ambil tunai tanpa tanpa rekening (BRIFast Cash).

"BRI selalu ingin memberikan kemudahan bagi para Pekerja Migran Indonesia yang saat ini bekerja di luar negeri. Melalui layanan BRIFast Remittance, BRI dapat memberikan jasa layanan remitansi tidak hanya kepada PMI yang merupakan nasabah BRI, namun juga kepada mereka yang belum menjadi nasabah," kata Royadi dalam keterangan resminya, Rabu (22/6/2022).

Layanan BRI juga didukung oleh 8.993 branch offices dan 221.531 e-channel di 34 Provinsi di Indonesia. Di samping itu, emiten bersandi saham BBRI ini juga memiliki 552.709 AgenBRILink untuk memastikan seluruh masyarakat di berbagai penjuru Indonesia dapat mengakses layanan perbankan.

 

2 dari 4 halaman

Fasilitasi Kebutuhan Nasabah

Selain itu, BRI juga telah memiliki perwakilan Bank Representative (BR) di beberapa koridor negara yang tersebar di wilayah Asia Tenggara, Asia Timur, serta Timur Tengah untuk membantu menjawab segala kebutuhan layanan remitansi masyarakat Indonesia.

Hadirnya BR BRI di antara para Pekerja Migran Indonesia, diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia di luar negeri.

Di sisi lain, untuk memfasilitasi kebutuhan nasabah dalam melakukan pengiriman dana dari Indonesia ke negara lain (outward remittance), BRI juga menghadirkan layanan Fitur Transfer Internasional melalui Digital banking BRImo dan memantau status transaksi pengiriman melalui BRIfast Tracker (www.brifast.co.id). 

Sementara itu, Financial Super Apps milik BRI tersebut telah memiliki lebih dari 100 fitur sehingga dapat menghadirkan solusi holistik bagi nasabah dengan jumlah pengguna yang menembus 16,1 juta user.

"BRImo juga menawarkan keunggulan lain yaitu konversi mata uang dari rupiah ke valas dan sebaliknya dengan nilai kurs yang kompetitif. Nasabah dapat mendapatkan penawaran yang lebih menarik jika dibandingkan aplikasi sejenis, khususnya untuk pengiriman dengan jumlah amount yang tinggi," ujar dia.

 

 

3 dari 4 halaman

Laba BUMN Sentuh Rp 126 Triliun, BRI Jadi Penyumbang Terbesar

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi kontributor laba terbesar bagi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) atau Kementerian BUMN pada 2021.

Sebelumnya, pada Rapat Dengar Pendapat dengan DPR (07/06) Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan, laba BUMN pada 2021 mencapai Rp 126 triliun. Laba itu meningkat dari laba 2020 yang senilai Rp 13 triliun atau tumbuh 869 persen.

BRI menjadi BUMN yang mencatatkan laba tertinggi sebesar Rp 32,22 triliun pada 2021 atau setara 25,5 persen dari total laba seluruh BUMN pada 2021.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan apresiasi terhadap pencapaian Kementerian BUMN yang berhasil mendorong kinerja seluruh perusahaan BUMN melalui transformasi di tengah kondisi pemulihan ekonomi setelah pandemic COVID-19.

"Transformasi yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN terbukti memberikan dampak positif terhadap BRI dan seluruh perusahaan BUMN secara umum, oleh karenanya transformasi ini akan terus kami perkuat untuk menjaga keberlanjutan bisnis ke depan," ujar dia dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (10/6/2022).

 

 

4 dari 4 halaman

Penopang Utama Pertumbuhan

Sunarso mengungkapkan, penopang utama pertumbuhan laba BRI pada sepanjang 2021 lalu terletak pada kinerja kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh positif disertai penurunan biaya bunga yang signifikan, dan pada saat bersamaan perseroan mampu mengelola portfolio mix dan kualitas aset sehingga dapat meningkatkan yield asset.

"Raihan laba BRI membuktikan perseroan dapat terus meng-create economic value kepada seluruh stakeholders di tengah kondisi yang menantang,” tutur dia.

Sebagai bentuk economic value creation yang diusung perseroan, BRI juga telah menyetorkan dana sebesar Rp 27,09 triliun kepada negara sepanjang 2021.

Setoran tersebut terdiri dari pembayaran pajak senilai Rp 20,17 dan pembayaran dividen atas laba tahun buku 2020 senilai Rp 6,92 triliun. Apabila ditarik lebih jauh, sejak 2019 hingga 2021 BRI telah menyetorkan pajak dan dividen kepada negara dengan jumlah total mencapai Rp 82,03 triliun.