Sukses

Jokowi Bakal Bertemu Sejumlah Petinggi Negara Lain Bahas Penanganan Bencana

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan bertemu dengan sejumlah petinggi negara lain dan organisasi internasional dalam ajang Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Bali. Acara ini memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan, Jokowi akan bertemu dengan petinggi negara Zambia. Di samping itu ada pula pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan negara lainnya.

“Presiden direncanakan akan menerima pertemuan dengan Wakil Presiden Zambia, dan besok untuk Deputi Sekjen, saya yang akan melakukan pertemuan,” kata Retno dalam pernyataannya, ditulis Kamis (26/5/2022).

“Dan saya juga ada pertemuan dengan presiden majelis umum, saya akan lakukan pertemuan bilateral,” tambah Retno.

Pertemuan antar negara ini merupakan salah satu hal penting dari digelarnya forum internasional penanganan kebencanaan. Retno menilai kedepannya ini bisa jadi ajang kolaborasi antar negara di bidang penanganan kebencanaan.

Alasannya, banyak pihak dan organisasi yang terlibat dalam forum skala internasional ini. ia menyebut, dari keseluruhan yang hadir, ada 24 persen dari Non-Government Organization, 20 persen pemerintah, 11 persen akademisi, dan kalangan bisnis 7 persen.

“ini pertemuan yang sangat penting, ini paling besar dan ini juga besar dari size karena sekitar 70 peprsen dari 6000 (peserta) akan datang in-person,” katanya.

“ini mendorong ngara-negara di dunia terus melakukan kerja sama dan kolaborasi untku penanganan bencana dan mengubah risiko bencana jadi ketahanan terhadap bencana,” terangnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Keuntungan Bagi Indonesia

Lebih lanjut, Menlu Retno menyampaikan ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh Indonesia dengan gelalaran GPDRR ke-7 ini. Pertama, adanya pengakuan internasional terhadap penanganan kebencanaan di tanah air.

“Ini menunjukkan kepercayaan dunia atas kepemimpinan indonesia sebagai champion issue kebencanaan,” katanya.

Kedua, pertemuan ini akan digunakan untuk melakukan pertukaran pengalaman, pelatihan-pelatihan dasar, hingga pembangunan kapasitas antar pesertanya. Ini melingkupi cara negara-negara mengantisipasi dan menangani bencana yang terjadi tak hanya sekali.

 

3 dari 4 halaman

Wadah Paling Tepat

“Jadi dalam waktu ke waktu kita selalu menghadapi bencana, dan ini merupakan platform paling tepat karena sekali lagi, ada multistakeholders untuk melakukan exchange of experience, based practices, dan capacity building dalam penanganan bencana,” terangnya.

Serta, keuntungan ketiga, platform ini dinilai paling pas untuk melakukan kolaborasi dan kerja sama baik antara nasional, kawasan, maupun regional. “Dan dalam penanganan disaster, kebencanaan ini disana banyak local wisdom yang membantu upaya kita dalam penanganan bencana,” tukasnya.

 

4 dari 4 halaman

Jokowi Buka GPDRR 2022

Presiden Joko Widodo bersama Deputy Secretary General dan perwakilan delegasi membunyikan kul-kul atau kentongan Bali pada saat pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 yang berlangsung pada 23 – 28 Mei 2022 di BNDCC, Bali.

Presiden Jokowi memukul kulkul sebagai tanda secara resmi dibukanya ajang pertemuan yang diadakan PBB dalam ajang pertemuan yang diselenggarakan oleh PBB itu untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan terbaru dalam upaya pengurangan resiko bencana. 

Untuk diketahui, kulkul adalah alat komunikasi dalam organisasi masyarakat tradisional, seperti banjar dan subak di Bali. Alat yang terbuat dari kayu ini biasanya ditempatkan pada bangunan bale kulkul, bangunan ini berada di balai banjar atau pura.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, dan juga Ketua Sekretariat Panitia Nasional Penyelenggara GPDRR, Raditya Jati, mengatakan kulkul memiliki makna erat dengan isu GPDRR, yaitu pengurangan risiko bencana.

"Dengan memukul kulkul, bunyi yang dihasilkan merupakan peringatan dini kepada masyarakat," katanya di lokasi GPDRR Nusa Dua, Bali, Rabu (25/5/2022).

Menurutnya, peringatan dini sangat erat berkaitan dengan pengurangan risiko bencana. Dirinya melanjutkan, kulkul telah menjadi bagian dari masyarakat Bali dan tetap hidup di dalam masyarakat dan menjadi bagian dari sistem peringatan dini bencana.

Ia menyebut kulkul adalah bentuk kearifan lokal dari Indonesia sebagai praktik baik dalam pengurangan risiko bencana.

"Kearifan lokal seperti diharapkan terus hidup menjadi bentuk resiliensi berkelanjutan. Akhirnya peringatan dini ini dapat menyelamatkan masyarakat setempat dari ancaman bencana," tutur dia.

Dirinya menambahkan, di masyarakat Jawa mengenal alat serupa, yaitu kentongan dengan ketukan tertentu, bunyi yang dihasilkan memberikan peringatan.

Sementara itu, pembukaan GPDRR itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden Zambia Y.M. Mutale Nalumango, Deputi Sekretaris Jenderal PBB Y.M. Amina Mohammed, Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-76 Y.M. Abdulla Shahid, Special Representative of the Secretary-General for Disaster Risk Reduction Mami Mizutori, serta Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, utamanya Menko PMK, Menteri Luar Negeri, dan Kepala BNPB sebagai Ketua dan Wakil Ketua I Panitia Nasional GPDRR 2022.