Sukses

Siapa Minat? Lowongan Kerja Kong Ghuan Biscuit Buat Lulusan D3 dan S1

Liputan6.com, Jakarta PT Kong Ghuan Biscuit sedang membuka lowongan kerja untuk posisi RnDPackaging Specialist. Posisi ini terbuka untuk kamu yang memiliki pengalaman diperusahaan fast moving consumer good (FMCG).

PT Kong Ghuan Biscuit Factory Indonesia adalah perusahaan berskala nasional dengan produk yang sudah tidak asing lagi. Mulai dari biskuit hingga wafer dapat ditemui diberbagai toko.

Perusahaan ini sudah berdiri lebih dari 4 dekade.Kini, PT Kong Ghuan Biscuit membuka lowongan pekerjaan di bidang research and development untuk bagian packaging.

Tertarik menjadi Packaging Specialist PT Kong Ghuan Biscuit? Simak persyaratannya berikut ini.

Kualifikasi RnD Packaging Specialist

1. Pria

2. Memiliki gelar Diploma 3 atau Sarjana di jurusan apa pun

3. Memiliki pengalaman min 2 tahun di FMCG (packaging)

4. Pengetahuan yang kuat tentang bahan kemasan, membuat mock up dan desain

5. Mampu berinovasi dalam pembuatan kemasan, dan hemat biaya kemasan

6. Memiliki hubungan yang baik dengan vendor/supplier kemasan

Jika kamu memenuhi kualifikasi di atas, segera lamar ya. Bagaimana cara melamarnya?

Kamu bisa langsung cek di aplikasi KitaLulus kok.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Aplikasi KitaLulus

 bisa kamu unduh di playstore. Setelah berhasil melakukan installaplikasi, registrasikan diri kamu dengan menggunakan akun Google jadi tidak perlu ribet.

Setelah itu, kamu bisa mengetikan posisi atau nama perusahaan di bagian Cari LowonganKerja.Kamu juga bisa mencari lowongan kerja lainnya di aplikasi KitaLulus. Tersedia hingga20.000 lowongan kerja di KitaLulus dari berbagai posisi dan perusahaan di seluruhIndonesia.

Penyaringan lowongan kerja juga bisa kamu lakukan dengan memilih lokasi sesuai dengandomisili kamu. Saat kamu sudah mengirim lamaran, lamaran akan tersimpan di bagian “berjalan” sehingga kamu bisa mengecek statusnya secara berkala.

Tidak hanya aplikasi penyedia lowongan kerja, KitaLulus juga memiliki fasilitas lain seperti berbagai soal psikotes yang bisa kamu gunakan untuk belajar.

Fasilitas lain di KitaLulusyang menarik adalah fitur komunitas.Ada berbagai komunitas yang bisa kamu pilih untuk bergabung di sana sesuai denganbidang yang kamu inginkan. Jadi, kamu bisa menambah pengetahuan, relasi, dan skilldengan bergabung di komunitas yang ada di KitaLulus.

Dengan KitaLulus, proses melamar pekerjaan kamu akan #LebihMudah dan terpercaya. Yuk,segera install aplikasi KitaLulus di playstore!

3 dari 3 halaman

Usai Lebaran Bakal Sepi Lowongan Kerja Baru, Ini Alasannya

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan, penarikan tenaga kerja baru akan mengalami hambatan usai periode Lebaran Idul Fitri 2022. Artinya, usai Lebaran bakal sedikit perusahaan yang membuka lowongan kerja.  

Bhima menjelaskan, prediksi tersebut didasari atas perkiraan bahwa pelaku usaha masih dihantui ketidakpastian ekonomi. Sehingga membuat mereka menahan diri untuk membuka lowongan kerja baru.

"Sektor lapangan kerja masih belum optimal, karena pengusaha masih wait and see juga soal pemulihan daya beli. Ada keraguan untuk ekspansi sehingga berpengaruh ke lowongan kerja baru," ujar Bhima kepada Liputan6.com, Sabtu (7/5/2022).

Jikapun suatu perusahaan butuh bantuan tenaga baru, Bhima menambahkan, mereka akan lebih memilih untuk menarik pekerja alih daya, paruh waktu atau pegawai-pegawai lama yang sempat diputus kontrak.

"Kalaupun rekrut pegawai akan prioritaskan yang sebelumnya dirumahkan atau di-PHK. Tidak sedikit juga yang memilih untuk merekrut pekerja via outsourcing karena upahnya lebih murah," ungkap dia.

Bhima menilai, indikator kesempatan kerja sejauh ini masih belum menunjukkan titik optimisme.

Itu disebabkan beberapa faktor, seperti tantangan di sektor industri menghadapi naiknya biaya bahan baku dan ongkos produksi. Di sisi lain, pemasukan investasi memang naik, tapi kualitasnya justru menurun.

"Serapan tenaga kerja dari investasi tidak sebesar pra-pandemi. Dan itu masalah serius. Insentif fiskal pemerintah sebaiknya lebih difokuskan ke sektor padat karya," tegasnya.