Sukses

Erick Thohir: Selain Human Capital, Ekosistem Jadi Kunci Perubahan di BUMN

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah membangun ekosistem ekonomi Indonesia Emas. Ekosistem ekonomi Indonesia Emas ini dibangun lewat berbagai aspek untuk mendukung iklim ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

"Ekosistem ini harus menjadi kunci perubahan yang ada di BUMN, selain human capital," kata Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Senin (10/1/2022).

Indonesia Emas 2045 adalah visi besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun negara maju yang berdaulat, adil dan makmur.

Salah satu aspek untuk mendukung visi tersebut adalah dengan berbekal Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan menguasai pengetahuan serta teknologi, sehingga akan membuat Indonesia dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Erick pun menegaskan bahwa membangun ekosistem ini dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Kementerian BUMN, selaku lokomotif pembangunan bangsa, tak akan bisa berbuat sendiri tanpa dukungan dan bantuan pihak lainnya.

"Sekarang bukan eranya kita berdiri sendiri-sendiri. Antara BUMN, swasta, UMKM, dan pengusaha harus kompak. Harus dicari titik temunya," tegas Erick.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Bertahap

Erick pun menggambarkan, bahwa membangun ekosistem begitu penting. Ibarat kue yang harus dibuat dan dinikmati sendiri, bukan dinikmati oleh bangsa lain.

"Ekosistem ini penting. Di Selat Malaka ada 3 pelabuhan besar, ada Kuala Tanjung, ada Singapura, dan ada Malaysia," contoh Erick.

"Ibarat kue 100 persen, Singapuranya 60 persen, Malaysianya 38 persen, dan Indonesianya hanya 2 persen. Apa kita berpuas dengan 2 persen? Itulah kenapa ekosistem ini penting," tambahnya.

Untuk membangun ekosistem tersebut, Erick pun memulainya secara perlahan dan bertahap. Mulai dari pembangunan sumber daya manusia(SDM) berkompeten, melalui peningkatan talenta, hingga hilirisasi produk barang atau jasa yang memiliki nilai tambah untuk menggerakkan pembangunan Indonesia.