Sukses

Porsi Kredit UMKM di Perbankan Bakal Naik Jadi 30 Persen pada 2024

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu masalah yang membuat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tak bisa berkembang maksimal adalah belum terhubungnya dengan akses pembiayaan formal atau industri perbankan. Hal tersebut diungkap oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

"Kita juga masih prihatin, usaha mikro masih belum bisa mengakses pembiayaan formal di perbankan," kata Teten dalam acara Halalbihalal Bersama Menteri Koperasi dan UKM dan Pejabat Eselon I dan II Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Senin (17/5/2021).

Teten pun meminta kepada Presiden Joko Widodo agar akses pembiayaan pelaku usaha mikro dari perbankan ditingkatkan. Hasilnya, sampai 2024 secara bertahap porsi kredit UMKM naik menjadi 30 persen.

"Alhamdulillah Presiden menyetujui sampai 2024, secara bertahap porsi kredit UMKM sudah bisa 30 persen, sekarang ini sudah 19,8 persen," kata Teten.

 

2 dari 3 halaman

KUR

Tak hanya itu, Teten juga meminta kepada kepala negara agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditingkatkan menjadi Rp 2 miliar dari sebelumnya hanya Rp 500 juta. Hal ini diminta Teten dalam rangka mendorong pelaku UMKM naik kelas dengan suntikan pembiayaan.

"Rp 500 juta untuk pelaku UMKM itu hanya untuk modal kerja saja. Makanya kita dorong ini agar naik sampai Rp 2 miliar dan in sedang dibahas di kementerian-kementerian," kata dia.

Selain itu besaran maksimal KUR tanpa agunan juga akan ditingkatkan dari semula Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Sebab, penyaluran KUR tanpa agunan dengan maksimal pembiayaan Rp 50 juta masih kecil porsinya.

"Kita prihatin, pada praktiknya KUR yang maksimal Rp 50 juta ini masih kecil," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

  • Usaha mikro kecil menengah atau (UMKM) adalah istilah umum dalam khazanah ekonomi.
    UMKM
  • Teten Masduki kini menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Kabinet Indonesia Maju.
    Teten Masduki