Sukses

Lelang Jadi Instrumen Penting untuk Pertumbuhan Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Lelang DJKN Kemenkeu, Joko Prihanto menyebut lelang akan menjadi salah satu instrumen pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Apalagi potensi lelang di sektor swasta sangat besar.

"Dari sisi peran ekonomi di Indonesia secara nasional ya sudah pasti lelang sebenarnya jadi insturmen penting untuk ekonomi nasional," kata dia dalam bincang DJKN, Jumat (8/1).

Berdasarkan catatan DJKN, sepanjang 2020 realisasi lelang mencapai Rp26,19 triliun sepanjang 2020. Adapun realisasi tersebut terdiri dari pokok lelang swasta yakni pejabat lelang kelas II mencapai Rp13,48 triliun dan melalui balai lelang mencapai Rp12,80 triliun.

"Kita bicara lagi tentang lelang swasta. Kalau hasil lelang pejabat kelas II di tahun 2020 itu mencapai Rp13,4 triliun maka kalau kita lihat lelang menjadi satu instrumen pertumbuhan ekonomi dan ke depan," jelas dia.

Di samping peran dari segi ekonomi nasional, perlu disampaikan juga dalam lelang, pejabat kelas II mendapatkan spesialis khusus. Misalnya kendaraan roda empat dan roda dua.

"Kendaraan roda empat menguasai output lelang swasta 2020. Di tahun 2020 bulan April Mei pasar kendaraan sangat jatuh, tapi begitu Juni, mulai bangkit maka dapat Rp 10 triliun," imbuh dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Di Luar Prediksi, Realisasi Lelang Barang Milik Negara Capai Rp 26,19 Triliun

Dirktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi lelang mencapai Rp 26,19 triliun sepanjang 2020. Realisasi ini menurun dari capaian lelang tahun 2019 lalu yang telah mencapai Rp 27,0 triliun.

Direktur Lelang, Joko Prihanto mengklaim capaian lelang pada tahun ini cukup bagus di tengah kondisi pandemi Covid-19. Bahkan capaian ini juga diluar dari perkiraan pemerintah.

"Sampai akhir 2020 ini lelang bisa bertransaksi kurang lebih Rp 26,1 triliun. Realisasi lelang cukup bagus diluar prediksi kami," kata dia dalam bincang DJKN, Jumat (8/1/2021).

Adapun realisasi tersebut terdiri dari pokok lelang swasta yakni pejabat lelang kelas II mencapai Rp 13,48 triliun dan melalui balai lelang mencapai Rp 12,80 triliun.

Dia mengaku awalnya sempat khawatir dan minder ketika capaian lelang pada pertengahan tahun lalu baru mencapai Rp 3 triliun. Namun di luar perkiraan pada sisa bulan selanjutnya realisasi lelang tembus mencapai Rp 26,19 triliun.

"Untuk leleng di masa pandemi ini di 2020 bulan Juni saya minder juga karena baru Rp 3 triliun, karena ada wabah covid tidak ada aktivitas. Prinsip lelang berkumpul mengundang orang terjadi jual beli dengan penawaran di situ," jelas dia.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: