Sukses

Bursa Saham Asia Berpotensi Melemah Gara-Gara Ketegangan China-AS

Liputan6.com, Jakarta - Saham-saham di Asia sedikit berubah pada perdagangan Jumat pagi karena ketegangan antara China dan AS meningkat.

Dikutip dari laman CNBC, Jumat (22/5/2020), di Jepang, Nikkei 225 turun sedikit pada awal perdagangan sementara indeks Topix datar. Di Korea Selatan, Kospi juga tidak berubah.

Saham di Australia juga diperdagangkan dekat dengan garis datar, dengan S & P / ASX 200 sedikit berubah.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan sedikit lebih rendah.

Investor akan mengawasi perkembangan dari Kongres Rakyat Nasional China, dengan sesi pleno pertama akan dimulai sekitar pukul 9:00 pagi .HK / SIN. Itu terjadi ketika ketegangan antara Beijing dan Washington meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Suhu ketegangan China AS meningkat dan menggigit sentimen risiko di mana-mana, meskipun hanya sedikit pada tahap ini," Ray Attrill, kepala strategi valuta asing di National Australia Bank, menulis dalam sebuah catatan.

 

2 dari 2 halaman

Harga Minyak Naik

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average ditutup 101,78 poin lebih rendah, atau 0,41 persen, pada 24.474,12. S&P 500 tergelincir sekitar 0,8 persen untuk mengakhiri hari perdagangannya di 2.948,51. Sementara Nasdaq Composite turun hampir 1 persen menjadi ditutup 9.284,88.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 99,417 setelah melihat penurunan minggu ini dari level di atas 100.

Yen Jepang diperdagangkan 107,63 per dolar, dari posisi terendah di sekitar 108 yang terlihat sebelumnya pada minggu perdagangan. Dolar Australia melemah pada USD 0,6568 setelah menyentuh level di atas USD 0,658 kemarin.

Harga minyak lebih tinggi di pagi hari jam perdagangan Asia, dengan patokan minyak mentah berjangka internasional Brent naik 0,44 persen menjadi USD 36,22 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga naik 0,15 persen lebih tinggi menjadi USD 33,97 per barel.