Sukses

IHSG Ditutup Tergelincir 41 Poin ke 5.913,08

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu ini. Pada awal perdagangan IHSG padahal dibuka di zona hijau, namun tak butuh waktu lama untuk akhirnya terjun bebas.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (12/2/2020), IHSG ditutup melemah 41,31 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.913,08. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,66 persen ke posisi 960,98.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.962,34 dan terendah 5.895,72.

Sebanyak 274 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 116 saham menguat dan 142 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 412.826 kali dengan volume perdagangan 5,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,7 triliun.

Investor asing beli saham Rp 104,48 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.660.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor yang menguat yaitu sektor keuangan naik 0,03 persen.

Sementara untuk sektor saham yang mengalami pelemahan dipimpin sektor barang konsumsi yang tergelincir 2,44 persen. Disusul sektor aneka industri melemah 1,86 persen dan sektor manufaktur turun 1,76 persen.

Saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG di zona merah diantaranya MFMI yang turun 24,19 persen ke Rp 326 per lembar saham, PICO melemah 23,08 persen ke Rp 900 per lembar saham dan BRAM turun 20 persen ke Rp 5.200 per lembar saham.

Sedangkan saham yang menguat antara lain IKAN naik 70 persen ke Rp 204 per saham, AYLS naik 70,03 persen ke Rp 170 per saham dan TAMA naik 24,86 persen ke Rp 462 per saham.

2 dari 4 halaman

Pembukaan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini. Nilai tukar rupiah di angka 13.659 per dolar AS.

Pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, Rabu (12/2/2020), IHSG dibuka di level 5.957,06. Penguatan kembali berlanjut di awal perdagangan dimana IHSG bergerak naik tipis 2,06 poin atau 0,03 persen ke level 5.956,46. Hanya saja, tidak sampai 10 menit IHSG menyentuh zona merah dengan melemah 6,59 poin ke level 5.947,80 atau 0,11 persen.

Indeks saham LQ45 melemah 0,04 persen ke posisi 966,97. Indeks saham acuan bergerak variatif pada awal perdagangan.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.962,34 dan terendah di 5.945,42.

Sebanyak 110 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 58 saham melemah dan 89 saham lainnya diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 14.245 kali dengan volume perdagangan 355,5 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 218,9 miliar.

Investor asing beli saham Rp 15,33 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.654 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sektor yang berada di zona merah yaitu sektor aneka industri turun 1,26 persen, sektor barang konsumsi turun 0,78 persen dan sektor manufaktur melemah 0,56 persen.

Sementara sektor yang menguat dipimpin oleh sektor keuangan yang naik 0,42 persen. Kemudian disusul oleh pertambangan yang naik 0,25 persen dan sektor perdagangan menguat 0,25 persen.

 

3 dari 4 halaman

Saham yang Melemah dan Menguat

Saham-saham yang menguat yang menggerakkan IHSG diantaranya IKAN yang melonjak 70 persen ke Rp 204 per lembar saham, AYLS menguat 70 persen ke Rp 170 per lembar saham dan TAMA naik 24,86 persen ke Rp 462 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain BRAM turun 20 persen menjadi Rp 5.200 per lembar saham, ALMI melemah 13,21 persen menjadi Rp 276 per lembar saham dan LPLI tertekan 12,35 persen menjadi Rp 71 per lembar saham.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading