Sukses

IHSG Berpeluang Koreksi Imbas Aksi Ambil Untung

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan terkoreksi pada perdagangan saham Rabu (29/5/2019).

Pelemahan IHSG didorong oleh aksi profit taking (ambil untung) menjelang libur panjang dan cuti bersama hari raya Idul Fitri.  

"Kemungkinan, aksi profit taking masih akan berlanjut menjelang libur panjang hari raya Lebaran 2019 ini," terang Analis PT Artha Sekuritas Juan Harahap di Jakarta. 

Sementara itu, pihaknya prediksi IHSG masih akan tertekan di rentang support dan resistance di level 6.004- 6.089.

Sementara itu, Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat mengatakan, IHSG akan bergerak ke zona merah dengan menguji support pada rentang pergerakan 6.000-6116.

"Indikasi terkoreksi jangka pendek IHSG masih berlanjut hingga menjelang libur Lebaran," paparnya.

Pada hari ini, dirinya menganjurkan investor untuk memburu saham PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTOB), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Kemudian Juan merekomendasikan saham PT Medco Energy Tbk (MEDC), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), serta PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

2 dari 4 halaman

Penutupan IHSG Kemarin

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Pelemahan IHSG terjadi di tengah aksi jual investor.

Pada awal perdagangan saham, IHSG sempat bergerak di zona hijau. Bahkan sempat sentuh level tertinggi 6.118,90. Namun, sayang penguatan IHSG hanya sementara. IHSG berbalik arah ke zona merah dan sentuh posisi level terendah 6.033,14.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (28/5/2019), IHSG melemah 65,83 poin atau 1,08 persen ke posisi 6.033,14. Indeks saham LQ45 susut 1,49 persen, dan indeks saham acuan kompak melemah.

Sebanyak 264 saham merosot sehingga seret IHSG ke zona merah. 151 saham menguat dan 120 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 455.243 kali dengan volume perdagangan 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16,7 triliun. Investor asing jual saham Rp 296,79 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.375.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham pertanian naik 0,35 persen dan sektor saham industri dasar mendaki 0,88 persen. Sektor saham infrastruktur melemah 2,38 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham keuangan susut 1,72 persen dan sektor saham barang konsumsi merosot 1,16 persen.

Saham-saham yang menguat di tengah laju IHSG melemah antara lain saham KONI naik 22,13 persen ke posisi Rp 298 per saham, saham BELL mendaki 15,84 persen ke posisi Rp 585 per saham, dan saham DART naik 14,11 persen ke posisi Rp 372 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham MTPS turun 12,39 persen ke posisi Rp 1.025 per saham, saham PGLI tergelincir 11,79 persen ke posisi Rp 344 per saham, dan saham ABMM susut 9,14 persen ke posisi Rp 1.540 per saham.

 

 

3 dari 4 halaman

Selanjutnya

Di pasar regular, transaksi saham mencapai Rp 14,6 triliun. Sejumlah saham membukukan transaksi besar antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 1,4 triliun, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) masing-masing mencapai Rp 1,2 triliun, dan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditransaksikan Rp 1,1 triliun.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,38 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,23 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,37 persen dan indeks saham Shanghai mendaki 0,61 persen.

Sementara itu, indeks saham Thailand susut 0,07 persen, indeks saham Singapura turun 0,17 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,21 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, pergerakan bursa di regional di zona positif. Di sisi lain, harga komoditas dunia menguat dan sentimen perang dagang saat ini masih minim. "Dengan demikian, minimnya sentimen positif dari dalam negeri turut pengaruhi pelemahan IHSG karena sebelumnya overbought atau jenuh jual,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Transaksi Saham Rp 16,7 Triliun, IHSG Melemah 65,83 Poin
Artikel Selanjutnya
IPO, Indonesian Tobacco Incar Dana Rp 63 Miliar