Sukses

Kekhawatiran Perang Dagang Mereda Bawa Wall Street Menguat

Liputan6.com, New York - Wall Street ditutup menguat seiring meredanya kekhawatiran terjadinya perang dagang di pasar global. Para investor bertaruh bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menurunkan ancamannya untuk memberlakukan tarif impor baja dan aluminium.

Para ahli juga menilai kenaikan harga minyak dan pemilu di Italia turut mendorong ketiga indeks utama menguat.

Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 336,7 poin atau 1,37 persen menjadi 24.874,76. Sementara indeks S&P 500 naik 29,69 poin atau 1,10 persen menjadi 2.720,94 dan Nasdaq Composite bertambah 72,84 poin atau 1 persen menjadi 7.330,71.

Investor mulai mengamati ancaman Trump sebagai alat negosiasi setelah muncul tweet bahwa Kanada dan Meksiko dapat menghindari usulan tarif jika mereka menyetujui perundingan Free Trade Agreement (NAFTA) Amerika Utara.

Menurut Mona Mahajan, Ahli Strategi Investasi Allianz Global Investors di New York meyakini, negara lainnya juga tidak akan melakukan balasan atas kebijakan Trump ini.

"Rasanya seperti (Trump) mengungkapkan beberapa kartunya dengan komentar Twitter tersebut. Saya tidak berpikir itu adalah kebetulan yang keluar saat putaran terakhir pembicaraan NAFTA berakhir, "kata Mahajan.

Pengumuman Trump pekan lalu mengenai rencana untuk mengenakan tarif impor sebesar 25 persen pada baja dan 10 persen pada aluminium menyebabkan indeks S & P turun sebanyak 2 persen pada Kamis.

"Pemerintah melihat pasar saham sebagai kartu laporan tentang kesuksesannya membuatu kebijakan dan pasar sejauh ini mengatakan bahwa perang dagang ini bukanlah ide bagus," kata Art Hogan, Kepala Strategi Pasar B. Riley FBR di New York.

 

 

1 dari 2 halaman

Saham Penggerak Utama

Investor juga mengamati berlangsungnya Pemilihan Umum Italia yang dinilai berjalan lancar. "Fakta bahwa tidak  ada kerusuhan di jalan atau seruan untuk memindahkan Brexit meyakinkan orang," kata Mahajan Allianz.

Adapun dari 11 sektor pada indeks S & P tercatat menguat, dan penggerak terbesar adalah saham teknologi informasi yang naik 0,9 persen dan sektor keuangan yang menguat 1,4 persen.

Sementara saham Facebook (FB.O), Amazon (AMZN.O), Netflix (NFLX.O) dan JPMorgan (JPM.N) memberikan dorongan terbesar dari saham tunggal.

Sektor energi tercatat berakhir naik 1,1 persen seiring kenaikan harga minyak, di tengah prakiraan untuk pertumbuhan permintaan dan kekhawatiran bahwa output dari produsen OPEC akan tumbuh pada tingkat yang jauh lebih lambat di tahun-tahun depan.

Volume perdagangan kali ini mencapai 6,91 miliar saham, dibandingkan rata-rata 8,3 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Artikel Selanjutnya
Kekhawatiran Perang Dagang Bikin Wall Street Bervariasi
Artikel Selanjutnya
IHSG Memerah Terseret Sektor Saham Pertambangan