Sukses

Kekhawatiran Perang Dagang Bikin Wall Street Bervariasi

Liputan6.com, New York - Wall Street ditutup bervariasi dengan indeks S&P 500 mengakhiri mingguan dengan kenaikan. Namun indeks utama tetap membukukan kerugian terburuk sejak awal Februari karena ancaman Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif impor pada investor baja dan aluminium.

Melansir laman Reuters, Sabtu (3/3/2018), indeks Dow Jones Industrial Average turun 70,92 poin atau 0,29 persen menjadi 24.538,06. Sementara indeks S&P 500 menguat 13,58 poin atau 0,51 persen menjadi 2.691,25 dan Nasdaq Composite bertambah 77,31 poin atau 1,08 persen menjadi 7.257,87.

Secara mingguan, indeks S&P 500 turun 2 persen, sementara Dow turun 3 persen dan Nasdaq turun 1 persen. Wall Street telah membukukan kenaikan dalam dua minggu sebelumnya karena pulih dari aksi jual di awal Februari.

Keuntungan pada hari Jumat datang karena investor khawatir dengan akan terjadinya perang dagang secara global.

Ini setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif 25 persen untuk impor baja dan 10 persen aluminium tanpa pengecualian untuk negara manapun. Ini  memicu selloff di pasar yang telah mengalami kenaikan karena kenaikan suku bunga AS dan imbal hasil obligasi.

Trump bahkan kemudian mengeluarkan nada menantang, dengan mengatakan jika terjadi perang dagang negaranya akan dengan mudah menang. Senada, Sekretaris Perdagangan AB Wilbur Ross, mengatakan bahwa tarif hanya berdampak sedikit.

Phil Orlando, Kepala Strategi Ekuitas di Federated Investor New York, mengatakan bahwa pengumuman Trump dibuat untuk menarik perhatian semua orang terhadap defisit perdagangan AS. Namun para investor memutuskan bahwa perdagangan global yang penuh tidak akan terjadi.

"Bagi pria real estat seperti itu, Anda memukul podium, Anda membuat beberapa pedang, Anda menarik perhatian semua orang dan kemudian Anda menegosiasikan kembali ke titik tengah yang masuk akal," tutur dia.

 Tonton Video Pilihan Ini:

1 dari 2 halaman

Sahamm Perusahaan Turun

Dia mengatakan kenaikan tarif bisa meredam keuntungan untuk segala hal. Mulai dari pembuat mobil hingga perusahaan bir dan menghasilkan harga konsumen yang lebih tinggi.

Saham perusahaan baja besar di Amerika Serikat dan produsen berada di bawah tekanan pada ketidakpastian mengenai dampak tarif.

Saham Caterpillar (CAT.N) misalnya yang menjadi pembeli bahan baku dan eksportir besar produk mesin konstruksi turun 2,6 persen setelah turun 2,8 persen pada sesi hari sebelumnya. General Motors (GM.N) turun 1 persen.

 

Kerugian pada awal Februari mendorong S & P 500 turun lebih dari 10 persen dari rekor tertinggi di 26 Januari, membenarkan pasar berada dalam koreksi.

Tarif tersebut tidak mungkin secara signifikan merugikan keseluruhan pendapatan perusahaan di Amerika, menurut ahli strategi pasar saham, yang tidak segera menyesuaikan perkiraan keuntungan mereka menyusul pengumuman Trump.

"Dampak terhadap total pendapatan perusahaan pertama akan didorong dampak terhadap ekonomi," kata Keith Parker, Ahli Strategi Ekuitas UBS di New York.

Sekitar 7,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Itu dibandingkan dengan rata-rata 8,4 miliar harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.

Artikel Selanjutnya
IHSG Memerah Terseret Sektor Saham Pertambangan
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Melemah Dibayangi Kekhawatiran Perang Dagang