Sukses

Konflik Global Jadi Ancaman Utama Ekonomi Dunia

World Economic Forum (WEF) mengingatkan konflik global merupakan ancaman terbesar bagi stabilitas ekonomi dunia

Liputan6.com, Davos - Bank Dunia memprediksi ekonomi global akan tumbuh 3 persen tahun ini, di bawah perkiraan 3,4 persen yang dirilis pada Juni.

World Economic Forum (WEF) mengingatkan sejumlah konflik di berbagai wilayah yang terjadi saat ini merupakan ancaman terbesar bagi stabilitas ekonomi dunia di 2015.

Mengutip laman CNBC, Jumat (16/1/2015), perebutan Crimea, Ukraina oleh Rusia, tahun lalu diikuti dengan berbagai sanksi yang dijatuhkan AS dan Eropa. Tak berhenti sampai di situ, Rusia juga memberikan sanksi balik terhadap AS dan Eropa sebagai balasan.

Para analis di WEF memprediksi konflik internasional yang terjadi saat ini merupakan yang terbesar dan bisa jadi paling berbahaya hingga 10 tahun ke depan.

"Dalam 25 tahun setelah jatuhnya tembok Berlin, berbagai risiko geopolitis kembali melanda," ungkap para analis WEF dalam laporannya bertajuk `Global Risks 2015 di Davos, Swiss.

Laporan tersebut menerangkan, sengketa Crimea pada Maret 2014 merupakan pengingat besar akan konsekwensi konflik global terhadap ekonomi dunia. Bahwa aksi tersebut akan sulit dilupakan dan terus terkenang.

WEF juga menyoroti kasus Rusia dan Barat yang terus berkembang. Dia menjelaskan adanya dampak yang terbesar luas akibat ketengahan tersebut.

Bahkan para analis menilai hubungan Barat dan Rusia akan semakin buruk pada 2015. Analis risiko politis senior di Nomura Alastair Newton mengatakan, Rusia merupakan negara kedua terbesar yang berpotensi menghadapi risiko pasar finansial di 2015.

Konflik yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara juga akan menjadi ancaman lain bagi perekonomian dunia.

Sekadar informasi, Global Risks 2015 yang dirilis WEF dihimpun berdasarkan survei terhadap 896 responden di seluruh dunia termasuk di bidang bisnis, pemerintahan, akademis dan non-pemerintahan. Survei dilakukan antara pertengahan Juli dan berakhir pada September 2014.(Sis/Nrm)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini