Sukses

Arisan Emas Pegadaian Dijamin Bukan Investasi Bodong

Liputan6.com, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) menegaskan program arisan emas telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
Dengan begitu, perusahaan pelat merah ini tidak seperti perusahaan investasi emas lain yang mengiming-imingi imbal hasil berlipat. 
 
Direktur Bisnis II Pegadaian, Dijono menegaskan, program arisan ini memang bertujuan untuk meningkatkan minat investasi berbentuk emas logam mulia kepada masyarakat luas. Sehingga program tersebut jauh dari investasi bodong. 
 
"Arisan logam mulia ini jelas-jelas ada barangnya," ucap dia saat berbincang Liputan6.com, Jakarta, Jumat (16/1/2015). 
 
Menurutnya, Pegadaian akan langsung memesan logam mulia saat nasabah atau kelompok arisan telah menyetor uang muka minimal sebesar 10 persen atau 15 persen dari total gram emas yang menjadi produk arisan. 
 
"Saat nasabah order atau membayar uang muka 10 persen setelah angsuran ke-2 atau 15 persen dimulai setelah angsuran ke-1, maka kita langsung order logam mulia. Malah kita bisa saja rugi, kalau harga emasnya naik," ujar dia. 
 
Dijono menambahkan, transaksi serah terima logam mulia terjadi di akhir menunggu pelunasan uang muka. Hal ini untuk menjaga kepercayaan kedua belah pihak.
 
Yang lebih meyakinkan nasabah, lanjut dia, Pegadaian menyiapkan penanggungjawab dalam setiap kelompok arisan emas ini. 
 
"Penanggungjawab ini untuk mengumpulkan uangnya, dan pengambilan logam mulia harus melibatkan si penarik arisan," paparnya. 
 
Dijono pun mengatakan, Pegadaian telah mendapatkan izin untuk menjalankan program arisan emas ini dari OJK dan Kementerian BUMN. "Hanya OJK dan Kementerian (BUMN), nggak perlu ke Bappebti," cetus dia. (Fik/Nrm)
Loading