Sukses

Wali Kota Depok Gencar Propagandakan Sehari Tanpa Nasi

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Depok, Jawa Barat, Nur Mahmudi Ismail terus melakukan propaganda program sehari tanpa nasi (one day no rice). Langkah yang dilakukannya tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan konsumsi beras.

Nur Mahmudi mengatakan, program yang sedang dibangunnya tersebut mengarahkan masyarakat untuk mengkonsumsi umbi dan jagung. Ia pun melakukan sosialisasi tak hanya sebatas pada kalangan instansinya saja tetapi juga ke perbelanjaan ritel, restoran cepat saji, perhotelan dan industri.

"Peran kepala daerah lebih proaktif, lebih keras lagi," kata Mahmudi, dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Saat ini, program yang dicetuskannya tersebut sudah mengarah ke bisnis. Pihaknya sudah melakukan pembinaan di beberapa wilayah di luar Depok untuk memproduksi bahan pangan non beras.

"Selama mengarah kebutuhan sehari-hari mejadi peluang bisnis, saya bekerja sama dengan pelaku usaha baik di Wonogiri, Jakarta. Binaan kami di Temanggung dari jangung putih jadi priguk (jagung putih bentuk dan warnya mirip seperti nasi)," tuturnya.

Ia melanjutkan, bahan makanan non beras yang telah diproduksi binaannya  tersebut saat ini sudah dijual di tempat perbelanjaan ritel, restoran dan hotel di Wilayah Depok.

"Di Depok sudah dijual di 7 Eleven setiap senin, di Simpang Raya, Mang Kabayan, The Cost," paparnya.

Tak hanya itu, ia menggunakan media baju dan merangkul seniman di Kota Depok untuk melakukan propaganda program satu hari tanpa nasi tersebut.

"Sampai menggunakan  baju yang saya pakai alat komunikasi saya, batik didesain ada gambar pisang, ada keladi, terigu, jagung. Jadi kami dengan melibatkan seniman turut berfikir gerakan divesifikasi makan jadi alat propaganda mereka," pungkasnya. (Pew/Gdn)