Sukses

Prabowo-Hatta Janji RI Stop Utang Luar Negeri di 2019

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berjanji Indonesia sudah tak bergantung pada utang luar negeri di akhir jabatannya pada 2019.

Apa yang menjadi cita-citanya itu sudah tertuang dalam dokumen visi misi yang berjudul 'Membangun Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil, Makmur serta Bermartabat' yang sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu.

"Jadi tim Prabowo-Hatta tegas untuk tidak ingin tergantung utang luar negeri yang menjajah selama ini," kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Drajad Hari Wibowo di gedung DPD RI, Rabu (28/5/2014).

Drajad menjelaskan, selama ini pemerintahan SBY masih mengandalkan utang luar negeri. Bahkan, pernah ada sebuah lembaga dunia yang akan memberikan utang namun dengan persyaratan yang sangat merugikan negara.

"Dari ADB misalnya, mau utang US$ 150 juta saja dia minta syarat pemerintah untuk melepas 16 BUMN, ini kan bahaya," tegas dia.

Selain itu, dia mencontohkan ada sebuah negara maju di dunia yang mereka mau memberikan utang namun dengan syarat mengubah kebijakan energi yang berdampak pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pengurangan terhadap kebutuhan utang luar negeri ini diakui Drajad tidak akan dilakukan secara sekaligus, namun akan dilakukan bertahap.

Selama sudah tidak bergantung terhadap utang luar negeri itu, lanjut Drajad, Indonesia akan berfokus untuk melunasi utang yang selama ini sudah dilakukan yang sudah terlalu menghawatirkan.

"Bagaimana kita bermartabat dan mandiri kalau masih mengandalakan pinjaman luar negeri. Malaysia lihat, mereka kalau negosiasi tidak pernah tangannya di bawah, dia tangannya di atas, dia ikut memberikan hibah walaupun kecil. Delegasi Indonesia kemana-mana tangannya di bawah, bawa proposal, minta utang," pungkas dia. (Yas/Ndw)

Loading