Parlemen Irak Gagal Memilih Ketua

Sidang kedua Parlemen Irak gagal memilih ketua meski sesuai kesepakatan pascapemilu legislatif, posisi ketua parlemen akan diberikan ke kelompok Suni. Sidang parlemen ditunda hingga 3 April 2005.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Maret 2005, 07:12 WIB
Liputan6.com, Baghdad: Sidang kedua Parlemen Irak yang mengagendakan pemilihan ketua dan wakil ketua, Selasa (29/3), berlangsung alot dan sempat diwarani kericuhan. Padahal, sesuai kesepakatan pascapemilihan umum legislatif, Januari silam, posisi ketua parlemen akan diberikan kepada kelompok Suni. Namun, hingga sidang kemarin, belum ada kandidat yang muncul. Sidang parlemen ditunda hingga 3 April mendatang.

Penunjukan ketua parlemen sebagai langkah pertama bagi terbentuknya pemerintahan transisi di Irak. Parlemen nantinya akan mengangkat presiden dan wakil presiden. Selanjutnya, presiden akan menunjuk perdana menteri. Parlemen juga harus menuntaskan penyusunan undang-undang dasar pada Oktober 2005 dan mempersiapkan pemilihan presiden tiga bulan kemudian.

Apabila ketua parlemen diduduki kelompok Suni, kursi presiden diperkirakan akan dipegang oleh Jalal Talabani dari Kurdi. Sedangkan posisi perdana menteri akan jatuh kepada Ibrahim al Jaafari dari kelompok Syiah.

Kekosongan pemerintahan membuat rakyat Irak gusar. Mereka menilai kondisi ini akan memudahkan kelompok bersenjata melancarkan serangan.(AWD/Ijx)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya