Gempa Nias Dinilai Tak Terkait Gempa Aceh

Pihak BMG Jepang mengatakan terlalu dini menyimpulkan gempa yang mengguncang pesisir barat Sumut adalah gempa susulan yang terjadi pada 26 Desember 2004. Butuh data lengkap untuk membuktikan itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Maret 2005, 17:43 WIB
Liputan6.com, Tokyo: Ahli gempa mancanegara mengeluarkan analisa beragam tentang gempa yang mengguncang pesisir barat Sumatra Utara, Senin malam. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Jepang di Tokyo, Selasa (29/3), mengatakan, terlalu dini menyimpulkan gempa 8,7 skala Richter di Sumut berkaitan dengan gempa yang memicu Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam, 26 Desember 2004.

BMG Jepang mencatat, pusat gempa berlokasi hanya sekitar 150 kilometer dari gempa yang terjadi pada 26 Desember tahun silam. Untuk memastikan itu gempa susulan, dibutuhkan data yang lebih lengkap. Sebab, gempa yang berkekuatan besar mempunyai mekanisme yang kompleks.

Sementara Kerry Sieh, ahli gempa dari Caltech di Pasadena, California, Amerika Serikat, mengatakan kemungkinan bakal terjadi Tsunami. Sebab, gempa yang terjadi semalam sama persis dengan gempa 26 Desember silam. Setelah menunggu beberapa jam, perkiraan tentang Tsunami tidak terbukti. Namun, memang terjadi kenaikan level gelombang sekitar 25 hingga 50 sentimeter di beberapa wilayah. Di pesisir barat Australia, misalnya. Tsunami kecil diketahui terjadi di dekat Pulau Cocos, Australia [baca: Gempa Sumut Terasa Hingga Australia].

Di wilayah Nagapattinam, Negara Bagian Tamilnadu, India selatan, warga masih ketakutan muncul gempa susulan atau gelombang Tsunami. Mereka masih berkumpul di luar untuk mengungsi. Warga lebih banyak menjauh dari kawasan pantai dan mencari tempat-tempat yang lebih tinggi.

Padahal, pemerintah India sudah mencabut peringatan bahaya Tsunami. Mereka mengaku masih trauma bencana gempa dan Tsunami, 26 Desember 2004. Pada saat itu, wilayah ini adalah salah satu daerah yang terparah dilanda Tsunami. Sejumlah warga menuturkan, sebelum Tsunami datang, keadaan laut sama seperti saat ini.(DNP/Uri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya