Alat Kontrasepsi Suntik untuk Laki-Laki

India memperkenalkan alat kontrasepsi suntik untuk laki-laki yang dikenal dengan Risug. Satu dosis suntikan dapat membungkam kesuburan seorang laki-laki selama sedikitnya sepuluh tahun.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Maret 2005, 08:18 WIB
Liputan6.com, Kharagpur: Sebuah teknik baru untuk mengendalikan kehamilan telah ditemukan di India, baru-baru ini. Teknik ini berupa kontrasepsi untuk laki-laki dalam bentuk suntikan.

Teknik kontrasepsi ini dinamakan Risug, kepanjangan dari reversible inhibition of sperm under guidance. Satu dosis suntikan dapat membungkam kesuburan seorang laki-laki selama sedikitnya sepuluh tahun. Durasi itu dapat dikurangi dengan cara pembalikan proses melalui suntikan antidot.

Teknik Risug telah dikembangkan selama 25 tahun di Insititut Teknologi India Kharagpur, Bengali Barat, dengan pendanaan dari Dewan Riset Kedokteran India. Di negara itu, harga ritel Risug disubsidi pemerintah sehingga dapat diperoleh masyarakat seharga 120 rupee atau sekitar Rp 26 ribu per suntikan. Namun, di pasar internasional harganya dapat lebih dari US$ 500 dolar atau sekitar Rp 4,7 juta per suntikan. Risug telah dipatenkan di Amerika Serikat, Bangladesh dan India.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memprediksi populasi di negara berkembang itu akan meningkat dari 5,3 miliar pada 2005 menjadi 7,8 miliar pada 2050. Bahkan juga diprediksi, jika pertumbuhan penduduk tidak segera ditanggulangi, 45 tahun lagi India akan melampaui Cina sebagai negara paling padat penduduknya.

Risug dinilai lebih efektif dari kondom. Karet elastis memiliki keterbatasan dalam kepuasan pemakai dan tidak selalu tersedia ketika diperlukan. Keterbatasan itu tidak dimiliki oleh sistem kontrasepsi alternatif yang baru ini.(YYT/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya