Liputan6.com, Jakarta: Mulyadi, siswa sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) luka parah akibat tawuran pelajar di kawasan Klender, Jakarta Timur, Jumat (18/3). Urat tangan kanan pelajar kelas tiga ini putus disabet celurit. Kepalanya juga terdapat benda asing seperti paku. Kini, dia dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Persahabatan, Jaktim.
Beberapa saksi menyebutkan, tawuran bermula saat sejumlah siswa suatu sekolah melempari siswa SMK yang masih berada dalam kereta api di dekat Stasiun Klender. Begitu turun dari kereta, Mulyadi langsung kena sabetan celurit dan lemparan benda keras. "Dia turun dari kereta di belakang udah ada yang nyabet gitu," ujar Ijah, ibu korban. Menurut Ijah, derita yang dialami anaknya ini adalah yang kedua kali. Tahun silam, Mulyadi juga menderita luka bacok di tangan akibat terlibat tawuran pelajar.
Beberapa warga menyebutkan, tawuran antarsiswa sudah sering terjadi di kawasan Klender. Mereka juga cemas karena baku pukul itu mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, warga meminta polisi merazia pelajar yang membawa senjata tajam serta menindak siswa yang tawuran agar mereka kapok.(TNA/Grace Natalie dan Dwie Guntoro)
Beberapa saksi menyebutkan, tawuran bermula saat sejumlah siswa suatu sekolah melempari siswa SMK yang masih berada dalam kereta api di dekat Stasiun Klender. Begitu turun dari kereta, Mulyadi langsung kena sabetan celurit dan lemparan benda keras. "Dia turun dari kereta di belakang udah ada yang nyabet gitu," ujar Ijah, ibu korban. Menurut Ijah, derita yang dialami anaknya ini adalah yang kedua kali. Tahun silam, Mulyadi juga menderita luka bacok di tangan akibat terlibat tawuran pelajar.
Beberapa warga menyebutkan, tawuran antarsiswa sudah sering terjadi di kawasan Klender. Mereka juga cemas karena baku pukul itu mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, warga meminta polisi merazia pelajar yang membawa senjata tajam serta menindak siswa yang tawuran agar mereka kapok.(TNA/Grace Natalie dan Dwie Guntoro)