Liputan6.com, Bangkok: Rencana pemerintah mencatatkan perusahaan bir lokal ke Bursa Efek Thailand ditentang ribuan biksu Buddha. Sambil membawa spanduk antiminuman keras, sekitar tiga ribu biksu berunjuk rasa di depan Kantor Bursa Efek Thailand, Bangkok, Jumat (18/3). Keputusan masuk atau tidaknya perusahaan yang memproduksi Beer Chang ini ke bursa akan ditentukan dalam pertemuan Komite Bursa Efek Thailand pada 23 Maret mendatang.
Para biksu yang datang dari berbagai penjuru Thailand menyatakan, keputusan pemerintah mempertaruhkan kesehatan masyarakat. Sedangkan Biksu Burin Thilokusalo menegaskan, Thailand kini menjadi salah satu negara dengan jumlah peminum terbanyak di dunia. Itu, tentu sangat bertentangan dengan etika Buddha. Thilokusalo menambahkan, berdasarkan survei, seorang warga Thailand mengkonsumsi alkohol sebanyak 14 liter per tahun. Ini menjadikan Thailand sebagai negara pengkonsumsi alkohol terbesar di Asia dan nomor lima di dunia.(YAN/Yoh)
Para biksu yang datang dari berbagai penjuru Thailand menyatakan, keputusan pemerintah mempertaruhkan kesehatan masyarakat. Sedangkan Biksu Burin Thilokusalo menegaskan, Thailand kini menjadi salah satu negara dengan jumlah peminum terbanyak di dunia. Itu, tentu sangat bertentangan dengan etika Buddha. Thilokusalo menambahkan, berdasarkan survei, seorang warga Thailand mengkonsumsi alkohol sebanyak 14 liter per tahun. Ini menjadikan Thailand sebagai negara pengkonsumsi alkohol terbesar di Asia dan nomor lima di dunia.(YAN/Yoh)