Liputan6.com, Jayapura: Aktivitas angkutan kota di Jayapura, Papua, mulai Jumat (11/3), kembali pulih. Ini setelah sehari sebelumnya pemerintah daerah setempat menyesuaikan tarif angkot sebesar 30 persen.
Kenaikan tarif sebesar 30 persen sebenarnya tak sesuai dengan tuntutan ratusan sopir angkot ketika berunjuk rasa, beberapa hari silam. Saat itu mereka meminta kenaikan sebesar 50 persen. Namun, tuntutan itu tak disetujui pemda karena dinilai akan sangat memberatkan masyarakat.
Di Jawa Timur, belasan rumah penduduk dan tiga gudang di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo rusak berat akibat hantaman angin puting beliung. Warga menuturkan, kejadian itu cuma berlangsung selama 15 menit dan didahului dengan hujan deras. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian diperkirakan sebesar puluhan juta rupiah [baca: Probolinggo Diterjang Angin Ribut, Belasan Rumah Rusak].
Warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah menolak rencana Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang akan merelokasi tempat tinggal mereka. Warga lebih memilih ganti rugi karena bisa membeli tanah dan rumah di tempat lain sesuai keinginan mereka [baca: Korban Longsor TPA Leuwigajah Menolak Direlokasi].
Hingga saat ini, penutupan TPA Leuwigajah membuat sampah-sampah di Kota Bandung dan Cimahi menumpuk. Gunungan sampah itu karena pengangkutan ke TPA Jelekong, Kabupaten Bandung, belum lancar. Warga kemudian memutuskan membakar sampah yang menumpuk itu.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)
Kenaikan tarif sebesar 30 persen sebenarnya tak sesuai dengan tuntutan ratusan sopir angkot ketika berunjuk rasa, beberapa hari silam. Saat itu mereka meminta kenaikan sebesar 50 persen. Namun, tuntutan itu tak disetujui pemda karena dinilai akan sangat memberatkan masyarakat.
Di Jawa Timur, belasan rumah penduduk dan tiga gudang di Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo rusak berat akibat hantaman angin puting beliung. Warga menuturkan, kejadian itu cuma berlangsung selama 15 menit dan didahului dengan hujan deras. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian diperkirakan sebesar puluhan juta rupiah [baca: Probolinggo Diterjang Angin Ribut, Belasan Rumah Rusak].
Warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah menolak rencana Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang akan merelokasi tempat tinggal mereka. Warga lebih memilih ganti rugi karena bisa membeli tanah dan rumah di tempat lain sesuai keinginan mereka [baca: Korban Longsor TPA Leuwigajah Menolak Direlokasi].
Hingga saat ini, penutupan TPA Leuwigajah membuat sampah-sampah di Kota Bandung dan Cimahi menumpuk. Gunungan sampah itu karena pengangkutan ke TPA Jelekong, Kabupaten Bandung, belum lancar. Warga kemudian memutuskan membakar sampah yang menumpuk itu.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)