Liputan6.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mempertimbangkan perlunya melayangkan surat teguran kepada Shell. Pasalnya, perusahaan minyak patungan asal Inggris dan Belanda ini meneken kontrak eksplorasi minyak di Blok Ambalat. Sementara kontrak dengan Indonesia yang ditandatangani pada 1999 dialihkan kepada ENI, perusahaan minyak asal Italia. "Shell hands out dari konsensi," kata Purnomo di Jakarta, Rabu (9/3).
ENI kemudian mengeksplorasi minyak di Blok Ambalat, Laut Sulawesi. "ENI ngebor dua sumur dan memang menunjukkan suatu prospek yang baik," jelas Purnomo. Belakangan Shell mencoba masuk kembali untuk menggali minyak di kawasan itu melalui Malaysia [baca: Kapal Perang Indonesia Bersiaga di Laut Sulawesi]. Karena alasan itulah, Indonesia mencoba mempertahankan kedaulatan dengan melayangkan surat teguran. "Kita masih akan mempelajari ini [teguran terhadap Shell," ujar Purnomo lagi.(KEN/Aldi Yarman dan Guntur)
ENI kemudian mengeksplorasi minyak di Blok Ambalat, Laut Sulawesi. "ENI ngebor dua sumur dan memang menunjukkan suatu prospek yang baik," jelas Purnomo. Belakangan Shell mencoba masuk kembali untuk menggali minyak di kawasan itu melalui Malaysia [baca: Kapal Perang Indonesia Bersiaga di Laut Sulawesi]. Karena alasan itulah, Indonesia mencoba mempertahankan kedaulatan dengan melayangkan surat teguran. "Kita masih akan mempelajari ini [teguran terhadap Shell," ujar Purnomo lagi.(KEN/Aldi Yarman dan Guntur)