Ambalat Bukan Isu Besar bagi Pers Malaysia

Media massa Malaysia menempatkan berita sengketa perairan Ambalat di halaman dalam dengan porsi yang kecil. Chief Editor Kantor Berita Bernama melihat Ambalat hanya soal kecil di antara banyak masalah.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Maret 2005, 18:00 WIB
Liputan6.com, Kuala Lumpur: Sengketa perairan Ambalat yang diklaim masuk teritori Malaysia cuma dianggap berita biasa oleh pers Malaysia. Berita tentang konflik di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia ini mendapat porsi kecil di halaman dalam. "Kita punya kepentingan yang jauh lebih besar dari masalah kecil ini," kata Datuk Azman Ujang, Editor in Chief Kantor Berita Bernama di Kuala Lumpur, Selasa (8/3).

Ujang mengatakan, Indonesia dan Malaysia telah banyak menyelesaikan masalah dalam tahun ini. Karena itu dia tidak melihat persoalan ini sebagai isu yang besar. "Ini satu saja masalah di antara kedua negara yang kadang-kadang terjadi kadang-kadang tidak terjadi," kata Ujang.

Sementara itu genderang perang untuk mempertahankan perairan Ambalat dari klaim Malaysia sudah ditabuh di dunia maya. Sejumlah situs resmi Malaysia yang dikelola pemerintah Negeri Jiran maupun swasta digempur para hacker yang menginvasi portal itu dengan kata-kata provokatif.

Di www.klpages.com misalnya, lagu Indonesia Raya akan terdengar saat mengklik portal layanan informasi buku telepon ini. Si perusak jaringan di internet yang menyebut dirinya BaD^BoY^but^NiCe ini juga meminta pemerintah Malaysia segera angkat kaki dari wilayah Indonesia.

Sementara di www.pejsultanperak.gov.my, bendera Merah Putih menutupi separuh layar monitor saat dibuka. Situs milik pemerintah Malaysia ini juga diserang dengan kata-kata provokatif. Di bagian dalam terpampang lima sila dari Pancasila dan foto film Ada Apa dengan Cinta?.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya