Liputan6.com, Banda Aceh: Tentara Autralia terus mengevakuasi sejumlah kapal nelayan yang terdampar karena terseret Tsunami di wilayah permukiman penduduk di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Jumat (25/2) siang, sedikitnya lima kapal nelayan berhasil ditarik dengan melibatkan sejumlah peralatan berat.
Kapal-kapal berbagai ukuran itu ditarik ke pinggir Sungai Krueng Aceh. Sebagian besar kapal ditarik dari kawasan Lampulo dan Lambaro. Upaya evakuasi sempat menemui kesulitan karena sampah dan puing akibat Tsunami masih berserakan di sekitar lokasi pemindahan. Hingga saat ini, puluhan kapal masih terdampar di tengah permukiman penduduk.
Selasa silam, 20 tentara Australia berhasil menarik bangkai kapal penumpang antarpulau yang terdampar di Pasar Ikan, Peunayong, Banda Aceh, ke Sungai Krueng Aceh. Evakuasi kapal berbobot 50 ton ini juga melibatkan dua perahu karet dan alat berat [baca: Bangkai Kapal Berbobot 50 Ton Berhasil Ditarik].(TOZ/Aries Wicaksono)
Kapal-kapal berbagai ukuran itu ditarik ke pinggir Sungai Krueng Aceh. Sebagian besar kapal ditarik dari kawasan Lampulo dan Lambaro. Upaya evakuasi sempat menemui kesulitan karena sampah dan puing akibat Tsunami masih berserakan di sekitar lokasi pemindahan. Hingga saat ini, puluhan kapal masih terdampar di tengah permukiman penduduk.
Selasa silam, 20 tentara Australia berhasil menarik bangkai kapal penumpang antarpulau yang terdampar di Pasar Ikan, Peunayong, Banda Aceh, ke Sungai Krueng Aceh. Evakuasi kapal berbobot 50 ton ini juga melibatkan dua perahu karet dan alat berat [baca: Bangkai Kapal Berbobot 50 Ton Berhasil Ditarik].(TOZ/Aries Wicaksono)