Liputan6.com, Banda Aceh: Tiga jenazah anggota Tentara Nasional Indonesia Bawah Kendali Operasi Komando Distrik Militer 0102 Pidie yang gugur terkena ledakan bom di Pidie, Aceh, Selasa (19/9) siang, dipulangkan ke Bandung untuk dikebumikan. Sehari sebelumnya, ketiga jenazah tersebut sempat dievakuasi ke Banda Aceh dengan menggunakan helikopter.
Selain itu, seorang jenazah polisi juga dievakuasi ke Banda Aceh. Polisi itu tewas ditembak kelompok bersenjata di Tiro Trusep, Pidie.
Ketiga anggota TNI itu masing-masing bernama Kopral Dua Atang, Prajurit Satu Abdul Samad, dan Prajurit Kepala Rosyid Firmansyah. Ketiga anggota TNI itu berasal dari Batalion 327 Kujang Jawa Barat. Mereka gugur akibat ledakan bom yang dipasang kelompok bersenjata, saat ketiganya sedang beristirahat di kawasan Dayah Tanoh, Kecamatan Glimpang III Pidie.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Markas Kepolisian Daerah Aceh, saat itu satu regu prajurit TNI tengah menjalankan tugasnya. Di antara prajurit tersebut, sebagian di anataranya beristirahat di sebuah balai yang sering gunakan sebagai pos siskamling. Nah, ketika tengah beristirahat, tiba-tiba sebuah bom meledak dan memporak-porandakan balai tersebut. Akibatnya fatal, seorang prajurit tewas ditempat. Sementara dua prajurit lainnya meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit.(ULF/Mukhtarudin Yakup dan Feri Efendi)
Selain itu, seorang jenazah polisi juga dievakuasi ke Banda Aceh. Polisi itu tewas ditembak kelompok bersenjata di Tiro Trusep, Pidie.
Ketiga anggota TNI itu masing-masing bernama Kopral Dua Atang, Prajurit Satu Abdul Samad, dan Prajurit Kepala Rosyid Firmansyah. Ketiga anggota TNI itu berasal dari Batalion 327 Kujang Jawa Barat. Mereka gugur akibat ledakan bom yang dipasang kelompok bersenjata, saat ketiganya sedang beristirahat di kawasan Dayah Tanoh, Kecamatan Glimpang III Pidie.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Markas Kepolisian Daerah Aceh, saat itu satu regu prajurit TNI tengah menjalankan tugasnya. Di antara prajurit tersebut, sebagian di anataranya beristirahat di sebuah balai yang sering gunakan sebagai pos siskamling. Nah, ketika tengah beristirahat, tiba-tiba sebuah bom meledak dan memporak-porandakan balai tersebut. Akibatnya fatal, seorang prajurit tewas ditempat. Sementara dua prajurit lainnya meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit.(ULF/Mukhtarudin Yakup dan Feri Efendi)