Kapten Syuib Emosi Mendengar Ancaman Farid

Kapten TNI Syuib yang disangka menganiaya Farid Faqih mengaku memukul karena emosi pada ancaman Koordinator Gowa itu. Farid mengancam bisa mengganti Panglima TNI hanya dengan menelepon Presiden SBY.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Februari 2005, 00:35 WIB
Liputan6.com, Banda Aceh: Koordinator Government Watch (Gowa) Farid R. Faqih menggunakan kalimat bernada ancaman saat diperiksa Kapten M. Syuib, anggota TNI yang disangka menganiaya Farid. Saat ditanyai Syuib ketika mengambil barang-barang milik TNI di Gudang Lapangan TNI Udara (Lanud) di Banda Aceh, Farid mengatakan bisa mengganti Panglima TNI hanya dengan menelepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Syuib mengungkapkan hal itu saat diperiksa anggota Polisi Militer Komando Daerah Iskandar Muda di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (1/2).

Menurut Syuib, kalimat-kalimat itulah yang membuat emosi dirinya terpancing hingga kemudian memukul tersangka kasus penggelapan bantuan Aceh itu. "Saya makan [pukul] di sini," kata Syuib, memeragakan cara memukul Farid di bagian pelipis. Sebelum itu, Syuib mengaku memukul perut Farid. Seorang anggota Pomdam berperan sebagai Farid [baca: Diduga Menyembunyikan Bantuan, Koordinator Gowa Ditangkap].

Syuib menuturkan, saat dipergoki membawa barang bantuan, Farid berkeras bahwa barang-barang tersebut miliknya. Syuib mengaku memerintahkan seorang bintara untuk naik ke truk dan mengambil sampel barang bantuan berlabel Kesehatan Daerah Militer (Kesdam). Sang prajurit yang disuruh menemukan barang yang dimaksud di atas truk dan mengambil tiga di antaranya untuk diberikan kepada Syuib. "Saat itu keluar kalimat, `apa urusanmu?`," kata Syuib menirukan pernyataan Farid ketika itu [baca: Farid Faqih Menjadi Tersangka Tunggal].(SID/Ridwan Pamungkas dan Theopillus Sandy)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya