Liputan6.com, Banda Aceh: Sebuah rekaman video amatir yang dipublikasikan Kantor Berita Reuters, baru-baru ini, menggambarkan secara kronologis bencana di Nanggroe Aceh Darussalam. Rekaman menggambarkan saat terjadi gempa yang disusul Tsunami, 26 Desember 2004, di Banda Aceh.
Saat itu sebagian warga Banda Aceh tengah mempersiapkan pertandingan maraton di Stadion Blang Padang ketika gempa terjadi. Namun, apa lacur, rencana ajang olahraga ini berubah menjadi mencekam.
Setelah gempa berakhir, warga segera keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan gempa susulan. Namun, bukan gempa susulan yang mereka saksikan, melainkan air bah yang merangsek masuk ke dalam kota. Kondisi ini membuat warga segera berlari menyelamatkan diri menuju tempat yang dianggap lebih aman.
Dari rekaman ini terlihat, saat air dari gelombang Tsunami memasuki Kota Banda Aceh, warga masih berlarian tak tentu arah. Sebagian dari mereka yang telah tersapu air dan terseret di sungai sempat ditolong, namun air kemudian menyapu rata hampir seluruh pelosok kota.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)
Saat itu sebagian warga Banda Aceh tengah mempersiapkan pertandingan maraton di Stadion Blang Padang ketika gempa terjadi. Namun, apa lacur, rencana ajang olahraga ini berubah menjadi mencekam.
Setelah gempa berakhir, warga segera keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan gempa susulan. Namun, bukan gempa susulan yang mereka saksikan, melainkan air bah yang merangsek masuk ke dalam kota. Kondisi ini membuat warga segera berlari menyelamatkan diri menuju tempat yang dianggap lebih aman.
Dari rekaman ini terlihat, saat air dari gelombang Tsunami memasuki Kota Banda Aceh, warga masih berlarian tak tentu arah. Sebagian dari mereka yang telah tersapu air dan terseret di sungai sempat ditolong, namun air kemudian menyapu rata hampir seluruh pelosok kota.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)