Romo Somar Membantu Pecandu Narkoba untuk Tuhan

Romo Lambertus Somar serius mengobati pencandu narkoba setelah diberitahu seorang pastor di Filipina bahwa ia memiliki kelebihan. Meski mulai digerogoti kanker, Romo Somar tetap setia terhadap jemaatnya.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Desember 2004, 15:03 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bagi Lambertus Somar menjadi Romo atau pastor adalah panggilan hidup. Keinginan terus menolong sesama dirasakan Lambertus sejak usia remaja. Tanda dorongan dan paksaan ia akhirnya memutuskan untuk menjadi abdi Tuhan sebagai Romo. Dia kini dikenal sebagai Romo Somar.

Romo Somar yang kini menginjak usia 73 tahun lalu mendirikan panti rehabilitasi pecandu narkotik dan obat-obatan berbahaya Kedhaton Parahita, di Sukabumi, Jawa Barat. Panti itu dibangun sejak 1998 dan sudah membina lebih dari 300 pasien narkoba. Romo Somar mengaku prihatin terhadap generasi muda yang rentan terlibat narkoba. "Kecanduan ini sukar disembuhkan," kata lelaki berkacamata minus itu, serius. Di mata pasiennya, Romo Somar ramah dan komunikatif. Suasana konseling yang diadakan tidak terkesan seram. Bahkan, orang tua pasien narkoba juga diundang untuk berdiskusi.

Romo Somar semula mengaku tidak mengerti bahwa dirinya ternyata memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit. Dia baru berani mempraktikkan kelebihannya setelah bertemu seorang pastor di Filipina, sekitar tahun 1980-an. Untuk memudahkan aktivitas Romo Somar tinggal di Yayasan Kasih Mulia, Jalan Pluit Karang Permai Blok T7 Selatan, Nomor 40-42, Muara Karang, Jakarta Utara.

Di sela-sela kesibukan mengobati pasien narkoba dan melayani pengakuan dosa, Romo Somar suka menghabiskan waktu dengan membaca buku. Tak heran. Koleksi ratusan buku Romo Somar menumpuk di ruang perpustakaannya. Ia juga menulis sejumlah buku tentang pengalaman menghadapi pecandu narkoba, termasuk mengobati pasien lewat terapi boneka.

Jemaat yang datang ke Yayasan Kasih Mulia datang dari berbagai kalangan. Menjelang Natal jumlah tamu semakin banyak. Tapi, Romo Somar tidak pernah pilih-pilih meski belakangan kesehatannya mulai terganggu karena kanker. Natal adalah hari istimewa, kata Romo, sehingga perlu dirayakan dengan khidmat. "Natal kali ini, Tuhan memberikan nilai plus. Para jemaat harus bangkit menjadi lebih percaya diri," lanjut Romo, berpesan.(KEN/Joy Astro dan Agus Kusno)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya