Liputan6.com, Jakarta: Indonesia menjadi juara umum pada The First International Junior Science Olympiad atau Olimpiade Sains Internasional Yunior yang berlangsung 5-13 Desember di Jakarta. Indonesia yang diwakili dua tim dengan enam anggota berhasil memenangkan delapan medali emas dan empat perak.
Selain itu, dua peserta dari Tanah Air memperoleh angka tertinggi dan mendapat gelar tambahan. Mereka adalah Diptarama yang mendapat penghargaan Absolute Winner dan Stephanie Senna yang dianugerahi gelar The Best Experimental Winner. Sementara predikat The Best Theoritical Winner direbut peserta dari Cina Taipei.
The First International Junior Science Olympiad kali ini diikuti pelajar setingkat kelas tiga sekolah lanjutan tingkat pertama dari 30 negara. Di antaranya berasal dari Rusia, Jerman, India, dan Kamboja. Ajang ini memperebutkan 18 medali emas, 54 medali perak, dan 110 medali perunggu dalam serangkaian lomba di bidang fisika, kimia, dan biologi.(TOZ/Zainuddin dan Muhammad Guntur)
Selain itu, dua peserta dari Tanah Air memperoleh angka tertinggi dan mendapat gelar tambahan. Mereka adalah Diptarama yang mendapat penghargaan Absolute Winner dan Stephanie Senna yang dianugerahi gelar The Best Experimental Winner. Sementara predikat The Best Theoritical Winner direbut peserta dari Cina Taipei.
The First International Junior Science Olympiad kali ini diikuti pelajar setingkat kelas tiga sekolah lanjutan tingkat pertama dari 30 negara. Di antaranya berasal dari Rusia, Jerman, India, dan Kamboja. Ajang ini memperebutkan 18 medali emas, 54 medali perak, dan 110 medali perunggu dalam serangkaian lomba di bidang fisika, kimia, dan biologi.(TOZ/Zainuddin dan Muhammad Guntur)