Liputan6.com, Bogor: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengunjungi Sekolah Dasar Negeri Tunggilis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/12) pagi. Dalam kesempatan itu Bambang menyerahkan bantuan uang Rp 20 juta dan sejumlah peralatan belajar mengajar. Dia juga memeriksa kelengkapan sekolah dan para pengajarnya, termasuk guru-guru honorer.
Dari pengamatan Mendiknas, gedung sekolah yang berjarak lima meter dari jalan raya ini kurang kondusif untuk dijadikan sarana belajar. Pasalnya, suara kendaraan yang lalu lalang di jalan terdengar jelas dari dalam kelas. Selain itu, hanya lima kelas yang tersedia untuk menampung 252 siswa. Akibatnya, waktu belajar para siswa harus dibagi dua, yakni pagi dan siang.
Kunjungan rombongan Mendiknas dilanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama I Jonggol. Kondisi sekolah ini jauh lebih baik daripada sekolah yang dikunjungi sebelumnya. Sekitar 1.000 murid ditampung di 27 ruang kelas yang ada. Sekolah ini juga dilengkapi komputer, musala, serta halaman bermain yang luas.
Rangkaian kunjungan jajaran Depdiknas ini direncanakan berlanjut ke sejumlah sekolah di Jabar. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi dan aktivitas belajar mengajar siswa.(OZI/Cindy Agustina dan Agus Ginanjar)
Dari pengamatan Mendiknas, gedung sekolah yang berjarak lima meter dari jalan raya ini kurang kondusif untuk dijadikan sarana belajar. Pasalnya, suara kendaraan yang lalu lalang di jalan terdengar jelas dari dalam kelas. Selain itu, hanya lima kelas yang tersedia untuk menampung 252 siswa. Akibatnya, waktu belajar para siswa harus dibagi dua, yakni pagi dan siang.
Kunjungan rombongan Mendiknas dilanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama I Jonggol. Kondisi sekolah ini jauh lebih baik daripada sekolah yang dikunjungi sebelumnya. Sekitar 1.000 murid ditampung di 27 ruang kelas yang ada. Sekolah ini juga dilengkapi komputer, musala, serta halaman bermain yang luas.
Rangkaian kunjungan jajaran Depdiknas ini direncanakan berlanjut ke sejumlah sekolah di Jabar. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi dan aktivitas belajar mengajar siswa.(OZI/Cindy Agustina dan Agus Ginanjar)