Liputan6.com, Surabaya: Dunia tinju khususnya di Tanah Air kini sedang berkabung karena kehilangan sosok promotor yang selalu gigih memajukan olahraga keras ini. Herry Sugiarto mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat, Ahad (5/12) sekitar 04.00 WIB, akibat serangan jantung. Lelaki kelahiran 58 tahun silam itu meninggalkan lima anak serta dua cucu.
Siang tadi jenazah Aseng--sapaan akrab Herry Sugiarto--tiba di Surabaya, Jawa Timur, untuk disemayamkan di rumah duka di Jalan Demak, Surabaya. Duka mendalam tampak menyelimuti keluarga almarhum Aseng. Selain keluarga, saudara dan rekan-rekan Aseng datang untuk memberikan ucapan belasungkawa.
Selama berkiprah menjadi promotor tinju sejak 1986 silam. Aseng berhasil memajukan tinju yang sebelumnya hampir ditinggalkan oleh masyarakat. Selama usahanya dalam dunia tinju, ia berhasil mengorbitkan beberapa nama petinju nasional yang tangguh. Di antaranya adalah Amir Yusuf Pohan, Nur Huda, Adrian Kaspari, dan Anis Roga.
Sementara tentang rencana pemakaman jasad Aseng, pihak keluarga hingga kini masih belum bisa memastikan waktunya. Soalnya, masih menunggu hasil pertemuan pihak keluarga. Apalagi belum semua anggota keluarga berkumpul.(JUM/Iwan Gunawan dan Jon Lempo)
Siang tadi jenazah Aseng--sapaan akrab Herry Sugiarto--tiba di Surabaya, Jawa Timur, untuk disemayamkan di rumah duka di Jalan Demak, Surabaya. Duka mendalam tampak menyelimuti keluarga almarhum Aseng. Selain keluarga, saudara dan rekan-rekan Aseng datang untuk memberikan ucapan belasungkawa.
Selama berkiprah menjadi promotor tinju sejak 1986 silam. Aseng berhasil memajukan tinju yang sebelumnya hampir ditinggalkan oleh masyarakat. Selama usahanya dalam dunia tinju, ia berhasil mengorbitkan beberapa nama petinju nasional yang tangguh. Di antaranya adalah Amir Yusuf Pohan, Nur Huda, Adrian Kaspari, dan Anis Roga.
Sementara tentang rencana pemakaman jasad Aseng, pihak keluarga hingga kini masih belum bisa memastikan waktunya. Soalnya, masih menunggu hasil pertemuan pihak keluarga. Apalagi belum semua anggota keluarga berkumpul.(JUM/Iwan Gunawan dan Jon Lempo)