Liputan6.com, Tegal: Misteri kematian delapan warga Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (4/12), telah terungkap. Korban diyakini sebagai pengikut sekte pesugihan yang dipimpin Iskandar. Mereka diduga meninggal setelah menenggak minuman berwarna coklat kebiruan yang diberikan Iskandar sebagai syarat agar kaya mendadak. Belakangan diketahui, Iskandar pernah ditahan di Kepolisian Sektor Talang setahun silam karena kasus serupa [baca: Misteri Sekte Pesugihan di Tegal Terungkap].
Sepak terjang Iskandar dan penganutnya kerap membuat warga sekitar resah. Pasalnya, di manapun Iskandar menetap, selalu ada warga yang mati karena ulahnya. Korban pertama--yang sejauh ini diketahui--adalah Suwitno. Dia meninggal ketika menjalani ritual yang diajarkan Iskandar pada 2003. Personel Polsek Talang sempat menangkap dan menahan dukun maut itu selama dua hari. Belum diketahui alasannya kenapa Iskandar dilepas semudah itu.
Iskandar tak jera. Dia kembali melancarkan aksinya ketika tinggal bersama istri dan empat anaknya di Desa Bumijawa, Tegal. Berbekal ramuan bunga setaman, kulit jagung, kain kafan, dan jenglot (sejenis mumi kecil berambut panjang), Iskandar menjanjikan muridnya bisa kaya. Untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak. Kedelapan murid Iskandar tewas [baca: Lima Orang Pengikut Sekte Sesat Tewas].(YAN/Sugihartono dan Budi Harto)
Sepak terjang Iskandar dan penganutnya kerap membuat warga sekitar resah. Pasalnya, di manapun Iskandar menetap, selalu ada warga yang mati karena ulahnya. Korban pertama--yang sejauh ini diketahui--adalah Suwitno. Dia meninggal ketika menjalani ritual yang diajarkan Iskandar pada 2003. Personel Polsek Talang sempat menangkap dan menahan dukun maut itu selama dua hari. Belum diketahui alasannya kenapa Iskandar dilepas semudah itu.
Iskandar tak jera. Dia kembali melancarkan aksinya ketika tinggal bersama istri dan empat anaknya di Desa Bumijawa, Tegal. Berbekal ramuan bunga setaman, kulit jagung, kain kafan, dan jenglot (sejenis mumi kecil berambut panjang), Iskandar menjanjikan muridnya bisa kaya. Untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak. Kedelapan murid Iskandar tewas [baca: Lima Orang Pengikut Sekte Sesat Tewas].(YAN/Sugihartono dan Budi Harto)