Muktamar NU Siap Digelar

Muktamar ke-31 Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, siap dilaksanakan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka muktamar. Perebutan kursi rois aam terus memanas.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 November 2004, 09:33 WIB
Liputan6.com, Boyolali: Muktamar ke-31 Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, siap dilaksanakan. Hingga tadi malam, peserta muktamar terus berdatangan. Arena muktamar juga dijaga ketat. Selain polisi, 300 anggota Barisan Serba Guna (Banser) disiagakan untuk mengantisipasi berbagai hal. Demikian pemantauan SCTV di Boyolali, Ahad (28/11) pagi.

Dijadwalkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di tempat muktamar pukul 08.00 WIB. Selain memberi amanat, Presiden akan membuka Muktamar ke-31 NU.

Perebutan kursi ketua rois aam atau penanggung jawab organisasi dan ketua umum tanfidziyah atau ketua umum PBNU terus memanas. Sejumlah kiai di kawasan Tapal Kuda Jatim mulai memberi komentar mengenai kriteria calon. Di antaranya adalah pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Kiai Haji Muttawakil Alallah. Menurut dia, ketua umum PBNU mendatang harus bisa mengembalikan NU pada posisi sebenarnya. Muttawakil menilai, perpecahan di dalam tubuh NU dari tingkat ranting hingga pengurus pusat membuat posisi organisasi ini bergeser. Namun, menurut Muttawakil, dukungan sejumlah kiai sepuh kepada selain Hasyim Muzadi belum bulat. "Saya kira di muktamar tiap-tiap wilayah akan memilih sesuai dengan kredibilitas dari pada calon (ketua) itu," ujar Muttawakil.

Sementara K.H. Mas Subadar, pengasuh pondok pesantren Raudhatul Ulum Besuk Pasuruan mengatakan, terdapat indikasi masuknya orang-orang yang memiliki paham berbeda dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah--yang disusun pendiri NU K.H. Hasyim Ashari dan ulama lain. Orang-orang yang tidak sepaham inilah yang membuat NU bergeser dari khitahnya. Mas Subadar mengingatkan, Hasyim Ashari mendirikan NU sebenarnya untuk memagari paham lain seperti Jaringan Islam Liberal yang dikembangkan beberapa pengurus NU belakangan ini. Mas Subadar mengharapkan, pemimpin baru nanti bisa membersihkan dan menyelamatkan NU dari jurang kehancuran.

Tokoh yang disebut-sebut memperebutkan ketua umum PBNU adalah K.H. Hasyim Muzadi dan K.H. Mustofa Bisri. Mustofa alias Gus Mus didukung mantan Ketua Umum PBNU K.H. Abdurrahman Wahid. Sedangkan Hasyim Muzadi didukung poros Lirboyo [baca: Gus Dur Mendukung Mustofa Bisri].(ZAQ/Dandy Arigafur)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya